Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Bantuan Medis Gaza: Tetes Air di Lautan Darah?
Trending Indonesia

Bantuan Medis Gaza: Tetes Air di Lautan Darah?

GunawatiBy Gunawati27-06-2025 - 04.30Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Bantuan Medis Gaza: Tetes Air di Lautan Darah?
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id melaporkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya mengirimkan bantuan medis ke Gaza setelah lebih dari dua bulan terblokade. Kiriman pertama sejak 2 Maret ini, menurut Sekretaris Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, hanya berupa sembilan truk berisi pasokan medis, plasma, dan darah. Jumlah ini, menurut Tedros, hanyalah "setetes air di lautan" kebutuhan medis di wilayah tersebut.

Pengiriman yang dilakukan Rabu waktu setempat melalui penyeberangan Kerem Shalom dengan Israel, berjalan tanpa insiden. Namun, perjalanan bantuan tersebut tetap berisiko tinggi. Pasokan yang tiba akan segera didistribusikan ke rumah sakit-rumah sakit prioritas di Gaza yang kekurangan kritis. Khususnya, darah dan plasma akan dikirim ke Kompleks Medis Nasser untuk kemudian didistribusikan lebih lanjut.

Bantuan Medis Gaza: Tetes Air di Lautan Darah?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Situasi di Gaza memang memprihatinkan. WHO sebelumnya menyatakan bahwa hanya 17 dari 36 rumah sakit di Gaza yang masih berfungsi minimal. Sementara itu, empat truk bantuan WHO masih tertahan di Kerem Shalom, dengan lebih banyak lagi dalam perjalanan. Tedros menekankan perlunya bantuan dalam skala besar untuk menyelamatkan nyawa warga Gaza. Ia pun mendesak pengiriman bantuan kesehatan secara segera, tanpa hambatan, dan berkelanjutan melalui semua rute yang memungkinkan.

Ironisnya, meskipun Israel mulai mengizinkan masuknya beberapa pasokan pada akhir Mei, distribusi bantuan terhambat oleh insiden penembakan terhadap warga yang mengantre makanan. Hal ini semakin memperumit situasi kemanusiaan yang sudah kritis di Gaza. Program distribusi makanan baru yang didukung AS dan Israel, Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), juga menuai kontroversi karena ditolak oleh PBB dan kelompok bantuan lainnya karena diduga memiliki tujuan militer. Kondisi ini membuat nasib warga Gaza semakin mengkhawatirkan.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Geger Drone Iran Tabrak Bangunan di Dubai

12-03-2026 - 10.00

Trump Klaim Iran di Ambang Kehancuran

12-03-2026 - 07.45

Israel Gempur Iran Gelombang Serangan Dimulai

12-03-2026 - 07.30

Jerman Evakuasi Staf dari Irak di Tengah Badai Konflik

12-03-2026 - 07.15

Israel Diguncang Serangan Rudal Dahsyat Iran dan Hizbullah Bersatu

12-03-2026 - 07.00

Tiga Saudara Terduga Dalang Bom Kedubes AS di Oslo Terungkap

12-03-2026 - 03.45
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.