Internationalmedia.co.id melaporkan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah Iran mengancam akan membalas serangan udara AS yang menghancurkan fasilitas nuklirnya. Ancaman ini disampaikan langsung oleh Ali Akbar Velayati, penasihat pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Velayati menyatakan bahwa pangkalan militer AS di seluruh wilayah, dimanapun berada, akan menjadi target sah serangan balasan Iran. Pernyataan keras ini disampaikan melalui kantor berita resmi Iran, IRNA, dan dikutip oleh berbagai media internasional.
Serangan AS yang disebut-sebut menghancurkan program nuklir Iran di Fordo, Isfahan, dan Natanz, telah memicu reaksi keras Teheran. Meskipun Pentagon mengklaim operasi tersebut tidak menargetkan warga sipil Iran, Iran menegaskan akan memberikan balasan atas apa yang mereka sebut sebagai serangan terhadap "jantung dunia Islam". Presiden AS Donald Trump pun mendesak Iran untuk mengakhiri konflik.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan program nuklir Iran telah "hancur". Namun, Jenderal Dan Caine mengakui masih terlalu dini untuk menentukan tingkat kerusakan secara pasti. Pernyataan ini kontras dengan klaim Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menyatakan operasi militer untuk menghancurkan kemampuan nuklir dan rudal Iran hampir selesai.
Di tengah ketegangan yang semakin memanas, Presiden Iran Masoud Pezeshkian bersumpah bahwa AS akan menerima konsekuensi atas serangan tersebut. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih besar di kawasan Timur Tengah. Dunia internasional pun menunggu dengan cemas langkah selanjutnya dari kedua belah pihak.
