Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Skandal Baru Trump: Ancam Potong Dana NPR dan PBS!
Trending Indonesia

Skandal Baru Trump: Ancam Potong Dana NPR dan PBS!

GunawatiBy Gunawati02-05-2025 - 17.05Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Skandal Baru Trump: Ancam Potong Dana NPR dan PBS!
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat gempar. Internationalmedia.co.id melaporkan, Trump baru saja menandatangani perintah eksekutif yang bertujuan memangkas dana publik untuk National Public Radio (NPR) dan Public Broadcasting Service (PBS). Alasannya? Kedua media tersebut dianggap bias dan menyebarkan berita yang tidak berimbang.

Perintah eksekutif yang ditandatangani Kamis (1/5) waktu setempat itu menuai kontroversi. Trump, yang selama ini dikenal berseteru dengan media arus utama, bahkan menyebut NPR dan PBS sebagai "musuh rakyat". Ironisnya, Fox News, yang beberapa wartawannya justru bergabung dalam pemerintahan Trump, luput dari sasaran.

Skandal Baru Trump: Ancam Potong Dana NPR dan PBS!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Perintah tersebut menginstruksikan Dewan Direksi Corporation for Public Broadcasting (CPB) dan lembaga eksekutif lainnya untuk menghentikan pendanaan federal bagi NPR dan PBS. Trump berdalih, kedua media tersebut gagal menyajikan berita yang "adil, akurat, atau tidak bias".

Namun, langkah Trump ini dipertanyakan. Anggaran CPB sudah disetujui Kongres hingga 2027. Selain itu, NPR dan PBS hanya sebagian kecil bergantung pada dana pemerintah. NPR misalnya, menurut Direktur Katherine Maher, hanya menerima sekitar US$ 120 juta dari CPB pada 2025, atau kurang dari 5% dari total anggarannya. Lebih dari 40 juta warga Amerika mendengarkan NPR setiap minggu, dan sekitar 36 juta menonton PBS setiap bulan.

Organisasi hak media, RSF, bahkan turut angkat bicara. Mereka memperingatkan kemerosotan kebebasan pers di AS di bawah pemerintahan Trump dan kesulitan yang dihadapi jurnalis independen di seluruh dunia. Langkah Trump ini pun dinilai sebagai ancaman serius bagi keberlangsungan media publik di AS. Akankah Kongres membiarkan Trump bertindak semaunya? Kita tunggu perkembangan selanjutnya.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Rudal Patriot AS Pindah Korsel Tak Berdaya

10-03-2026 - 18.45

Pernyataan Mengejutkan Netanyahu Soal Iran

10-03-2026 - 18.30

Sosok Ini Bikin Warga Iran Turun ke Jalan

10-03-2026 - 18.15

Perang Iran Tuntas Trump Klaim Lebih Cepat

10-03-2026 - 18.00

Turki Kerahkan Rudal Patriot Ada Apa Sebenarnya

10-03-2026 - 16.45

Akses Hormuz Terbuka Syaratnya Mengejutkan

10-03-2026 - 16.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.