internationalmedia.co.id – Kepanikan sempat menyelimuti kawasan bisnis di Tanah Abang, Jakarta Pusat, setelah kobaran api dilaporkan muncul dari salah satu gedung perkantoran tinggi, Menara Batavia. Insiden yang terjadi pada Kamis siang tersebut sempat memicu kekhawatiran bagi para penghuni gedung dan pengguna jalan di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, api diduga kuat bersumber dari unit AC outdoor yang terpasang di bagian luar bangunan. Kepala Seksi Operasi Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat, Triyanto, mengonfirmasi bahwa objek kebakaran merupakan bangunan gedung perkantoran tinggi. Ia menyebutkan bahwa titik api terdeteksi berasal dari perangkat pendingin ruangan atau AC outdoor.

Laporan mengenai munculnya asap dan api ini diterima oleh petugas pemadam kebakaran pada pukul 13.15 WIB. Menanggapi laporan tersebut, sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran beserta sembilan personel dari Sektor Bandungan Hilir segera dikerahkan menuju lokasi di Jalan KH Mas Mansyur, Karet Tengsin, Tanah Abang.
Namun, perjalanan petugas menuju titik api tidak berjalan mulus. Triyanto menjelaskan bahwa pergerakan armada pemadam kebakaran sempat mengalami kendala serius di lapangan. Kemacetan parah yang disebabkan oleh adanya aksi demonstrasi di sekitar area tersebut menjadi penghambat utama bagi petugas untuk mencapai lokasi dengan cepat.
Meski sempat terkendala lalu lintas, tim pemadam kebakaran tiba di lokasi tak lama setelah keberangkatan. Beruntung, sebelum petugas damkar tiba, tim Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG) Menara Batavia telah bergerak cepat melakukan tindakan darurat. Berkat kesigapan petugas internal gedung, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sebelum sempat merambat ke area lain yang lebih luas.
"Kebakaran berhasil dipadamkan oleh Tim MKKG Gedung Menara Batavia itu sendiri sebelum petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi," ujar Triyanto dalam keterangannya.
Setibanya di lokasi, petugas damkar tidak langsung pulang. Mereka melakukan proses pendinginan dan memastikan bahwa tidak ada lagi sisa-sisa bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Setelah dipastikan situasi benar-benar aman dan terkendali, petugas damkar baru meninggalkan lokasi pada pukul 13.30 WIB.
Dampak dari insiden ini dilaporkan relatif kecil, dengan luas area yang terdampak kebakaran hanya sekitar 2 meter persegi. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Meski demikian, suasana sempat mencekam karena sejumlah penghuni gedung melaporkan melalui media sosial bahwa mereka mencium bau hangus yang menyengat, yang kemudian diikuti dengan prosedur evakuasi mandiri keluar gedung.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui kronologi pasti serta penyebab teknis di balik munculnya api tersebut. Meski dugaan awal mengarah pada masalah pada AC outdoor, kepastian mengenai penyebab kebakaran masih menunggu hasil investigasi resmi dari tim terkait.
