internationalmedia.co.id – Upaya memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Papua Nugini (PNG) terus dilakukan melalui penguatan infrastruktur dan layanan di wilayah perbatasan. Baru-baru ini, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sota menjadi titik fokus kunjungan penting dari delegasi Pemerintah Papua Nugini. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau secara langsung kualitas fasilitas serta efektivitas pelayanan yang ada di salah satu pintu gerbang utama antar kedua negara tersebut.
Delegasi yang hadir dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Asia Kementerian Luar Negeri PNG, didampingi oleh Acting Konsul Jenderal PNG beserta rombongan pejabat terkait. Dalam kunjungannya, rombongan tersebut didampingi oleh Konsul Republik Indonesia di Vanimo untuk memastikan seluruh proses peninjauan berjalan sesuai dengan protokol diplomatik dan teknis yang berlaku.

Fokus utama dalam kunjungan ini adalah mengamati langsung implementasi pelayanan terpadu yang melibatkan unsur Customs, Immigration, Quarantine and Security (CIQS). Unsur-unsur ini merupakan pilar utama dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran arus orang maupun barang yang melintasi batas negara. Dengan melihat langsung proses di lapangan, delegasi PNG dapat memahami bagaimana standar pelayanan yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia di wilayah perbatasan.
Kepala PLBN Sota, B. Mathilda Pusung, menyatakan bahwa kehadiran delegasi dari PNG merupakan momentum yang sangat berharga. Menurutnya, kunjungan ini bukan sekadar peninjauan fisik, melainkan sarana untuk mempererat komunikasi dan koordinasi antarnegara, terutama dalam hal pengelolaan kawasan perbatasan yang sangat krusial bagi stabilitas kedua negara.
"Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi serta pelayanan yang ada di PLBN Sota, sekaligus memperkuat koordinasi dan hubungan baik antara kedua negara," ungkap Mathilda dalam keterangan resminya.
Dalam rangkaian pertemuan tersebut, delegasi PNG juga mengumpulkan berbagai masukan penting, baik dari petugas lapangan maupun masyarakat setempat. Aspirasi yang dikumpulkan ini nantinya akan dibawa kembali ke pemerintah daerah di PNG, termasuk kepada gubernur dan bupati, sebagai bahan evaluasi penting dalam perencanaan pembangunan di kawasan perbatasan.
Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan utama adalah kebutuhan mendesak akan peningkatan konektivitas. Pihak PNG menekankan pentingnya pembangunan jalan serta penyediaan fasilitas perbatasan atau counterpart PLBN di wilayah Weam. Infrastruktur ini dianggap sangat vital untuk menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat yang melintasi jalur Sota menuju Weam.
Sebelumnya, rombongan delegasi juga sempat menyambangi PLBN Yetetkun di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Kunjungan ke Yetetkun tersebut dilakukan untuk membahas kesiapan konektivitas lintas batas antara Yetetkun dengan Bumambin Border Post.
Secara keseluruhan, rangkaian kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) dalam memastikan pengelolaan PLBN berjalan secara profesional. Melalui koordinasi yang intensif, diharapkan pelayanan perbatasan tidak hanya berjalan tertib, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang nyata bagi masyarakat di kedua sisi perbatasan.
