internationalmedia.co.id – Gelombang antusiasme warga Jakarta dalam menyambut program terbaru Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, ‘Namu Balai Kota’, ternyata melampaui ekspektasi awal pemerintah. Program uji coba yang bertujuan membuka pintu pusat pemerintahan bagi masyarakat umum ini mendadak diserbu ribuan pengunjung, hingga menyebabkan antrean panjang yang tidak terduga pada hari pertama pelaksanaannya.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan rasa tidak menyangka atas besarnya minat warga untuk melihat langsung jantung pemerintahan kota. Saking padatnya jumlah pengunjung yang datang, pihak pengelola bahkan harus melakukan penyesuaian teknis di lapangan agar pelayanan tetap berjalan.

"Antusiasme untuk acara ‘Namu Jakarta’ ini benar-benar tinggi sekali. Kami bahkan sampai harus melakukan pergantian shift petugas untuk menangani banyaknya massa yang datang," ujar Pramono Anung saat ditemui awak media di kawasan Velodrome, Jakarta Timur, pada Minggu (4/10/2026).
Pramono mengakui bahwa kemacetan antrean merupakan hal yang wajar terjadi pada hari pertama sebuah program baru diluncurkan. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menjadikan kendala teknis ini sebagai alasan untuk membatasi akses warga. Sebaliknya, melihat potensi edukasi yang besar, Pemprov DKI berkomitmen untuk menjadikan program ini sebagai agenda rutin setiap pekannya.
"Prinsipnya, karena ini baru hari pertama, antrean panjang adalah hal yang lumrah. Namun, ke depannya kami akan membuka program ini secara rutin. Kami ingin warga Jakarta benar-benar mengenal Balai Kota, memahami isinya, dan merasa memiliki pusat pemerintahan mereka sendiri," tambah Pramono.
Program ‘Namu Balai Kota’ sendiri telah resmi diuji coba sejak Sabtu (3/10) melalui seremoni pembukaan oleh Asisten Perekonomian dan Keuangan (Asperkeu) Suharini Eliawati bersama Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfo) DKI Jakarta, Marulina Dewi. Rencananya, program ini akan menjadi agenda tetap setiap hari Sabtu, mulai pukul 08.00 hingga 17.30 WIB.
Pengalaman yang ditawarkan kepada pengunjung bukan sekadar melihat gedung tua, melainkan sebuah perjalanan sejarah dan teknologi. Para peserta diajak berkeliling menyusuri ruang-ruang krusial, mulai dari kemegahan pendopo, ruang tamu Gubernur, hingga melihat kecanggihan pusat pengelolaan data di Jakarta Smart City. Tak hanya itu, narasi sejarah mengenai lukisan-lukisan ikonik di setiap sudut ruangan turut menjadi daya tarik edukatif bagi para pengunjung.
Suasana keceriaan tampak sangat menonjol pada kelompok pengunjung anak-anak. Mereka tidak hanya menjadi penonton pasif, tetapi juga dilibatkan dalam simulasi ‘Kids on Air’ di Studio Berita Jakarta. Di sana, anak-anak berkesempatan merasakan sensasi menjadi reporter dan presenter cilik. Momen haru sekaligus membahagiakan terlihat saat beberapa anak dari Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI) turut mencoba peran sebagai presenter di depan kamera, memberikan senyum lebar di tengah proses produksi berita.
Selain aspek wisata sejarah dan edukasi, Pemprov DKI juga menyematkan fungsi praktis dalam program ini melalui kehadiran Mini Mall Pelayanan Publik. Fasilitas ini memungkinkan warga untuk mengakses berbagai layanan administrasi pemerintahan dalam satu lokasi yang sama, menjadikan kunjungan ke Balai Kota tidak hanya menyenangkan secara visual, tetapi juga produktif secara administratif.
