internationalmedia.co.id – Dunia pendidikan di Aceh tengah diselimuti duka mendalam sekaligus tanda tanya besar menyusul kabar meninggalnya seorang mahasiswa baru. Muhammad Rasya Fadilla (18), mahasiswa program Diploma III (D-III) Studi Nautika di Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh, dinyatakan wafat setelah sempat menjalani perawatan intensif. Peristiwa tragis ini terjadi di tengah rangkaian kegiatan orientasi mahasiswa atau yang akrab disebut ospek di kampus tersebut.
Korban yang merupakan pemuda asal Kota Lhoksewe ini menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin, Banda Aceh. Kabar kematiannya memicu perhatian publik, terutama terkait kondisi fisik korban yang dilaporkan mengalami berbagai gejala kesehatan yang drastis dalam waktu singkat selama mengikuti masa pengenalan kampus.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun dari pihak kepolisian, kondisi kesehatan Rasya mulai menurun saat ia tengah menjalani aktivitas kampus. Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Miftahuda Dizha Fezuono, mengungkapkan bahwa korban pertama kali mencari bantuan medis ke klinik kampus pada Sabtu (26/9) sore sekitar pukul 16.21 WIB. Saat itu, Rasya mengeluhkan rasa nyeri yang hebat di bagian tenggorokan disertai dengan demam yang cukup tinggi.
Hasil pemeriksaan medis awal di klinik kampus menunjukkan kondisi vital korban yang tidak stabil. Suhu tubuh Rasya tercatat mencapai angka yang mengkhawatirkan, yakni 39,7 derajat Celsius, dengan denyut nadi mencapai 104 kali per menit. Meskipun telah mendapatkan penanganan awal di klinik milik Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh, kondisi korban tidak kunjung membaik.
Situasi semakin memburuk pada hari berikutnya, Minggu (27/9). Memasuki pukul 10.17 WIB, muncul gejala baru berupa ruam kemerahan yang menyebar di sekujur tubuh korban. Tim medis yang melakukan observasi mendapati bahwa ruam tersebut terus bertambah luas dengan cepat. Mengingat kondisi yang kian kritis, pihak kampus segera memutuskan untuk merujuk Rasya ke RSUDZA Banda Aceh dengan pendampingan tim medis.
Setibanya di rumah sakit rujukan, tim dokter langsung melakukan tindakan darurat untuk menyelamatkan nyawa mahasiswa muda tersebut. Namun, upaya medis yang dilakukan tidak membuahkan hasil. Pada pukul 16.14 WIB, Muhammad Rasya Fadilla dinyatakan meninggal dunia.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban. Fokus utama penyelidikan adalah untuk memastikan apakah kematian ini murni disebabkan oleh penyakit atau terdapat keterkaitan dengan aktivitas fisik selama masa ospek berlangsung. Polisi juga tengah mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi serta pihak kampus guna memberikan kejelasan bagi keluarga korban yang tengah berduka. Kasus ini menjadi pengingat penting bagi institusi pendidikan untuk lebih memperhatikan standar keamanan dan kesehatan dalam setiap kegiatan orientasi mahasiswa.
