Internationalmedia.co.id – News – Gunung Semeru, salah satu gunung berapi paling aktif di Jawa Timur dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Kamis malam. Letusan terbaru ini dilaporkan disertai suara dentuman keras yang mengejutkan warga sekitar. Peristiwa erupsi tercatat pada pukul 22.18 WIB, meskipun visual letusan tidak dapat teramati secara langsung.
Menurut Agastya Rajendra, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, data seismograf berhasil merekam erupsi tersebut dengan amplitudo maksimum mencapai 25 mm dan durasi letusan sekitar 128 detik. "Letusan Gunung Semeru itu disertai suara dentuman/gemuruh," tegas Agastya dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Jawa Timur.

Kepala Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, membenarkan adanya suara gemuruh yang menyertai erupsi Semeru. Ia menambahkan bahwa sejauh ini, "Alhamdulillah tidak ada dampak akibat suara gemuruh tersebut," memberikan sedikit kelegaan di tengah kekhawatiran masyarakat.
Saat ini, status aktivitas vulkanik Gunung Semeru tetap berada pada Level III atau Siaga. Oleh karena itu, pihak berwenang terus mengeluarkan rekomendasi ketat bagi masyarakat sekitar untuk menjaga keselamatan. Warga diimbau keras agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, khususnya di sepanjang Besuk Kobokan, dalam jarak 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Selain itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Area ini dinilai sangat berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar, bahkan hingga jarak 17 kilometer dari puncak. Bahaya lontaran batu pijar juga mengancam dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru, sehingga zona tersebut harus dihindari sepenuhnya.
Peringatan juga dikeluarkan mengenai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar dingin yang bisa terjadi di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru. Secara spesifik, area yang perlu diwaspadai meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. Internationalmedia.co.id akan terus memantau perkembangan situasi terkini.
