Internationalmedia.co.id – News, Jakarta – Tragedi terbaliknya dan tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa telah menarik perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, mendesak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan penyelidikan komprehensif. Selain itu, upaya maksimal dalam pencarian korban hilang juga menjadi prioritas utama.
Sahroni, dalam pernyataannya pada Selasa (15/9), mengungkapkan belasungkawa yang mendalam atas musibah yang menimpa KM Virgo Transport 8. Ia menegaskan dukungan penuh Komisi III kepada Polri agar mengerahkan seluruh sumber daya untuk operasi pencarian dan identifikasi korban. "Kami juga memastikan keluarga korban mendapatkan pendampingan yang memadai di masa sulit ini," imbuh Sahroni.

Tak hanya itu, politisi dari Partai NasDem ini juga menyoroti pentingnya perhatian khusus bagi para penyintas. Proses pemulihan kesehatan fisik dan mental, serta pendampingan psikologis, harus menjadi fokus utama bagi mereka yang berhasil selamat dari insiden nahas tersebut.
Bendahara Umum DPP NasDem itu lebih lanjut mendesak Polri dan KNKT untuk melaksanakan investigasi yang objektif dan transparan. Penyelidikan harus mencakup segala kemungkinan, mulai dari kondisi cuaca ekstrem yang mungkin menjadi pemicu, hingga potensi adanya kelalaian teknis atau faktor manusia dalam operasional kapal. "Penting untuk mengetahui secara pasti apakah ini murni karena alam atau ada unsur kelalaian yang bisa dihindari," tegasnya.
Sahroni menekankan, apabila hasil penyelidikan mengindikasikan adanya kelalaian yang menyebabkan tragedi ini, maka pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Ia juga berharap, temuan dari investigasi ini dapat menjadi bahan evaluasi krusial untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.
Sebagai informasi, KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak sebelum akhirnya terbalik dan tenggelam di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) dini hari. Kapal tersebut diketahui berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dengan mengangkut total 243 orang. Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian intensif. Data terakhir menunjukkan, sebanyak 114 orang telah berhasil dievakuasi, terdiri dari 108 korban selamat dan 6 korban meninggal dunia. Dengan demikian, masih ada 129 orang yang belum ditemukan dan nasibnya masih menjadi tanda tanya.
