Jakarta – Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa Polda Metro Jaya, berkolaborasi dengan Universitas Bina Nusantara (BINUS), baru-baru ini meluncurkan inisiatif krusial di Palmerah, Jakarta Barat. Sebanyak 163 personel kepolisian kini disiapkan sebagai pelatih ahli dalam Program Paham AI. Mereka akan bertugas mengedukasi ribuan pelajar SMA, SMK, dan MA sederajat, membekali mereka dengan kemampuan untuk menavigasi serta memanfaatkan kecerdasan buatan di era digital ini secara bijak dan aman.
Kombes Agus Nugroho, Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Metro Jaya, menegaskan pentingnya program ini. Menurutnya, kecerdasan buatan memiliki potensi besar untuk mendukung proses pembelajaran, membantu pelajar dalam mencari informasi, dan bahkan mengembangkan kreativitas mereka. "Kami ingin memastikan mereka mampu menggunakan teknologi ini secara positif, sekaligus memahami batasan serta risiko yang mungkin timbul," ujar Kombes Agus, dalam pernyataannya pada Senin lalu.

Selain mendorong pemanfaatan positif, edukasi ini juga dirancang untuk membentengi pelajar dari berbagai ancaman digital. Risiko seperti manipulasi gambar dan video, penyebaran hoaks, penipuan siber, hingga pelanggaran privasi menjadi fokus utama yang akan diulas. Setelah menyelesaikan pelatihan intensif ini, para personel akan diterjunkan langsung ke sekolah-sekolah untuk membagikan pengetahuan mereka, mendampingi pelajar agar semakin cakap, kritis, dan tetap aman saat berinteraksi di ruang digital.
Materi yang disajikan dalam pelatihan ini mencakup etika digital yang komprehensif, strategi pencegahan kejahatan siber, serta pengenalan dan penggunaan platform Senopati Academy sebagai sarana pembelajaran interaktif. Universitas Bina Nusantara, sebagai mitra akademis utama, berperan krusial dalam menyusun kurikulum dan materi pelatihan, memastikan relevansinya dengan perkembangan teknologi terkini.
Stephen Wahyudi Santoso, President of BINUS Higher Education & Professional Services, menggarisbawahi pentingnya sinergi antara institusi pendidikan dan kepolisian ini. Ia menilai kolaborasi semacam ini esensial untuk membekali generasi muda dengan keterampilan digital yang mumpuni sekaligus etika yang kuat, mempersiapkan mereka menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.
