Selat Sunda kembali bergejolak. Gunung Anak Krakatau memuntahkan material vulkanik dalam sebuah erupsi spektakuler yang menciptakan fenomena ‘lava fountain’ atau air mancur lava. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Badan Geologi mengonfirmasi letusan ini menghasilkan semburan merah menyala yang memukau, disertai aliran lava. Gemuruh dan getaran kuat yang menyertainya bahkan dirasakan hingga ke permukiman warga sekitar.
Kepala Badan Geologi, Lana Saria, dalam keterangannya pada Sabtu (5/9/2026), menjelaskan bahwa meskipun tinggi kolom erupsi tidak dapat teramati, semburan merah menyala terlihat jelas dan berlangsung secara terus-menerus. "Fenomena erupsi ini menyerupai ‘lava fountain’ atau lava air mancur yang menghasilkan aliran lava," ujarnya. Ia menambahkan, erupsi yang berlangsung terus-menerus selama beberapa jam dan terkait dengan air mancur lava merupakan kejadian yang lumrah dalam aktivitas vulkanik.

Lantas, apa sebenarnya ‘lava fountain’ itu? Merujuk pada Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), fenomena ini sering dijuluki ‘aktivitas eksplosif Hawaii’ karena sering terjadi di Gunung Berapi Kīlauea, Hawaii, serta di lokasi basaltik lain seperti Gunung Etna di Sisilia. Air mancur lava terbentuk ketika gas yang terperangkap dalam magma tidak dapat keluar dengan cepat saat magma bergerak menuju permukaan, menciptakan semburan campuran lava dan gas ke udara. Magma sendiri meletus akibat tekanan gas yang terkandung di dalamnya.
Senada dengan itu, laman Britannica mendefinisikan lava fountain sebagai fenomena vulkanik di mana batuan cair atau lava menyembur keluar dari lubang ventilasi secara terus-menerus, menyerupai air mancur. Ini terjadi ketika magma—batuan cair di bawah permukaan Bumi—naik dan meletus sebagai lava. Lava fountain umumnya terkait dengan lava basaltik yang memiliki viskositas rendah, memungkinkan letusan yang lebih cair dan eksplosif.
Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau Terhadap Warga
Erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya menyajikan pemandangan alam yang menakjubkan, tetapi juga membawa dampak langsung bagi warga sekitar Selat Sunda. Gemuruh dan getaran kuat terasa hingga membuat pintu serta jendela rumah warga bergetar hebat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten pada Sabtu (5/9/2026) merilis rekaman video yang menunjukkan bagaimana getaran erupsi Anak Krakatau mampu menggoncang pintu rumah, menciptakan bunyi gemerutuk yang keras. Bahkan, gorden penutup jendela pun ikut bergerak akibat kekuatan getaran tersebut.
Laporan BPBD Banten menyebutkan bahwa getaran telah dirasakan berulang kali sejak pukul 01.00 WIB dini hari. Pukul 07.00 WIB, laporan serupa mengenai getaran kuat kembali diterima dari warga.
Salah seorang warga bernama Rizqi memberikan kesaksiannya kepada internationalmedia.co.id. Ia menuturkan, "Getaran jendela dan dentuman keras sesekali ini sudah kami rasakan sejak jam 2 dini hari tadi." Rizqi menambahkan bahwa awalnya ia mengira hanya rumahnya yang merasakan, namun pagi harinya, para tetangga juga mengonfirmasi pengalaman serupa. Fenomena alam ini mengingatkan akan kekuatan dahsyat Gunung Anak Krakatau yang terus menunjukkan aktivitasnya.