Kawasan Lapangan Gasibu, salah satu ikon Kota Bandung, segera mengalami transformasi signifikan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Sekretaris Daerah Herman Suryatman memastikan penataan ini akan menghadirkan ruang publik yang jauh lebih baik bagi masyarakat. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, langkah strategis ini diambil untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna, mengingat Gasibu merupakan pusat aktivitas olahraga dan rekreasi warga.
Herman Suryatman, dalam keterangannya di Gedung DPRD Jabar pada Selasa (1/9), menekankan urgensi perbaikan fasilitas. "Track lari itu kan kondisinya harus diperbaiki karena itu fasilitas publik, ruang publik," ujarnya. Ia menambahkan, kondisi lintasan yang tidak optimal berpotensi menimbulkan insiden yang tidak diinginkan. "Jangan sampai karena track-nya kurang baik, kemudian kan bisa tijalikeuh (keseleo) ya kata orang Sunda. Jangan sampai ada kejadian yang tidak kita harapkan," tuturnya, menyoroti pentingnya keselamatan.

Penataan Gasibu, jelas Herman, tidak berfokus pada pembangunan fasilitas baru yang masif, melainkan pada perbaikan dan optimalisasi infrastruktur yang sudah ada. Selain aspek fungsional dan keamanan, sisi estetika kawasan juga menjadi perhatian utama. Penyesuaian akan dilakukan dengan mempertimbangkan lanskap alami dan buatan yang telah ada, sehingga menciptakan harmoni visual yang menawan dan sesuai dengan karakter Gasibu.
Sekda Jabar optimis bahwa setelah penataan rampung, Gasibu akan tampil jauh lebih baik dari sebelumnya. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada pemerintah menyelesaikan proses ini. "Insya Allah kondisinya akan jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Karena itu kami mengimbau ke masyarakat, berikan kesempatan kami untuk menyelesaikan," imbuhnya. Pemerintah juga membuka pintu lebar bagi kritik dan saran konstruktif dari publik, baik selama proses maupun setelah penataan selesai, guna memastikan hasil terbaik bagi semua.
Proses pengerjaan penataan kawasan Gasibu diperkirakan akan memakan waktu hingga awal tahun 2027. Herman menegaskan, seluruh tahapan harus berjalan sesuai prosedur dan regulasi yang berlaku, menjamin akuntabilitas dan kualitas proyek. Dengan penataan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap Gasibu dapat kembali menjadi jantung aktivitas masyarakat, sebuah ruang publik yang tidak hanya nyaman dan aman untuk berolahraga, tetapi juga representatif sebagai ikon kebanggaan warga Jawa Barat.
