Sebuah insiden mengejutkan terjadi di perlintasan kereta api sebidang di Klaten dini hari tadi, melibatkan KA Malabar rute Bandung-Malang dan sebuah truk pengangkut pasir. Yang menjadi sorotan utama adalah menghilangnya sang sopir truk sesaat setelah kendaraannya hancur dihantam kereta. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa pihak kepolisian kini tengah memburu identitas dan keberadaan sopir tersebut.
Kecelakaan tragis ini berlangsung di perlintasan berpalang pintu Jalan Raya Gondang-Ngering, Desa Sumyang, Kecamatan Jogonalan, Klaten. Truk bernomor polisi AD-9624-FG yang sarat muatan pasir dilaporkan mogok tepat di tengah rel. Saksi mata, Sugianto (40), warga setempat, membenarkan bahwa sopir berhasil menyelamatkan diri dengan melompat dari truk sesaat sebelum benturan tak terhindarkan. "Tidak luka, sehat, waras, wiris karena turun dari truk. Tapi terus ke mana tidak tahu," ujar Sugianto kepada internationalmedia.co.id.

Kanit Gakkum Sat Lantas Polresta Klaten, Iptu Ryan Dwi Prabowo, menjelaskan kepada awak media di lokasi bahwa sopir truk tersebut melarikan diri karena diduga mengalami trauma hebat pasca-insiden. "Sopirnya kabur karena trauma. Tapi nanti kita cari, kita mintai keterangan," tegas Iptu Ryan, seperti dilansir internationalmedia.co.id pada Kamis (27/8/2026) siang.
Identitas sopir sudah berhasil diidentifikasi dengan inisial DS, seorang warga Desa Pasekan, Kecamatan Eromoko, Wonogiri. Pihak kepolisian berencana untuk memanggil dan meminta keterangan dari DS pada hari berikutnya. "Dipanggil penyidik mungkin besok karena hari ini pada lepas dinas, setelah penanganan di lokasi," imbuh Ryan.
Meski truk pengangkut pasir tersebut mengalami kerusakan parah akibat benturan keras, beruntungnya tidak ada korban jiwa maupun luka-luka serius yang dilaporkan dalam kecelakaan ini. Insiden ini sekali lagi menyoroti pentingnya kehati-hatian di perlintasan kereta api sebidang.
