Internationalmedia.co.id – News – Sebuah insiden mengejutkan mengguncang perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) rute Bogor-Jakarta Kota pada Minggu dini hari, 23 Agustus. Kaca jendela salah satu gerbong KRL pecah setelah dilempar botol minuman keras oleh oknum tak bertanggung jawab. Peristiwa yang terjadi di petak jalan Cilebut-Bojonggede, Kabupaten Bogor, ini sontak menjadi perbincangan hangat dan viral di berbagai platform media sosial.
Rekaman video yang beredar luas, dan juga diulas oleh Internationalmedia.co.id, memperlihatkan kondisi kaca jendela KRL yang hancur, sebagian tertutup tirai. Serpihan kaca berserakan di lantai, telah dikumpulkan di depan kursi yang kini kosong. Sebuah pecahan botol berwarna hijau, yang diduga menjadi penyebab insiden, tampak diletakkan di sudut dekat pintu, menguatkan narasi bahwa pelemparan berasal dari luar jalur perlintasan. Pemandangan ini membuat sejumlah penumpang memilih untuk berdiri, menjauhi area jendela yang rusak, demi keamanan.

PT KAI Commuter melalui Manajer Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Pranoto Wibowo, menyatakan keprihatinannya atas kejadian yang menimpa KA 1157 relasi Bogor-Jakarta Kota sekitar pukul 04.12 WIB tersebut. Pranoto menegaskan bahwa tindakan pelemparan benda apa pun ke arah kereta api merupakan perbuatan yang sangat berbahaya dan tidak dapat ditoleransi.
Menurut Pranoto, risiko dari aksi pelemparan seperti ini sangat tinggi. Selain berpotensi merusak fasilitas vital kereta api, benda yang dilempar bisa saja mengenai penumpang atau petugas, berakibat pada cedera serius. Dalam insiden ini, botol yang dilempar menghantam kaca jendela gerbong kelima dari depan, menyebabkan pecah. Beruntung, KAI memastikan tidak ada korban luka-luka di antara penumpang maupun kru kereta.
Segera setelah kejadian, petugas KAI langsung melakukan penanganan dan berkoordinasi dengan tim keamanan di Stasiun Cilebut. Upaya penelusuran intensif untuk mengidentifikasi pelaku masih terus dilakukan. Meskipun penyisiran di sekitar lokasi telah dilaksanakan, pelaku belum berhasil ditemukan. KAI berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan aparat keamanan guna mengungkap tuntas insiden ini dan menindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.
Demi menjamin keselamatan dan kenyamanan para penumpang, kaca jendela yang pecah sementara waktu ditutup menggunakan tirai, dengan pengawasan ketat dari petugas. Setibanya di Stasiun Depok, rangkaian KRL tersebut langsung diganti. Langkah ini diambil KAI untuk memastikan bahwa operasional perjalanan kereta dapat terus berlangsung dengan aman dan tanpa hambatan.
KAI mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan jalur kereta api. Apabila ada yang melihat aktivitas mencurigakan di sekitar rel, diminta untuk segera melaporkannya kepada petugas KAI terdekat atau pihak berwajib. Partisipasi publik sangat penting untuk mencegah terulangnya insiden serupa dan menjaga keselamatan bersama.
