Internationalmedia.co.id – News – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto secara tegas mendorong peningkatan kolaborasi antara Indonesia dan Tiongkok dalam pembangunan pedesaan. Langkah ini dinilai krusial untuk memacu inovasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan menggenjot ekonomi di tingkat desa. Dorongan ini disampaikan Yandri saat menerima kunjungan delegasi Tiongkok yang dipimpin Wakil Menteri Kementerian Pertanian dan Urusan Perdesaan Republik Rakyat Tiongkok, Mr. Zhang Zhili, di ruang kerjanya pada Jumat (21/8).
Dalam pertemuan tersebut, Yandri memaparkan bahwa pembangunan desa di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan serius yang memerlukan perhatian bersama. Angka kemiskinan di pedesaan masih di kisaran 11,34 persen, lebih dari dua kali lipat dibanding tingkat kemiskinan di perkotaan. Selain itu, sekitar 10.000 desa belum teraliri listrik, dan 45 persen desa rentan terhadap ancaman bencana alam.

"Oleh karenanya, kami mengusung pendekatan Kolaborasi Octahelix, sebuah sinergi multipihak yang melibatkan berbagai aktor untuk mendukung inovasi, pembangunan berkelanjutan, dan solusi atas beragam persoalan pembangunan desa," jelas Yandri dalam keterangan tertulisnya.
Kemendes PDT juga menyoroti pentingnya pengembangan SDM desa sebagai faktor kunci dalam mempercepat pembangunan. Yandri mengusulkan program kerja sama dengan Tiongkok melalui Benchmarking Study dan Seminar, yang diharapkan dapat membekali para kepala desa dengan pengalaman dan pengetahuan aplikatif. Tidak hanya itu, ia juga mengusulkan perluasan program benchmarking dengan melibatkan pemuda melalui inisiatif "Pemuda Bangun Desa," memberi kesempatan belajar dan bekerja di Tiongkok untuk kemudian mengaplikasikan ilmunya di kampung halaman.
"Kami berharap kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok di bidang pembangunan perdesaan dapat terus ditingkatkan, tidak hanya melalui pertukaran pengetahuan dan peningkatan kapasitas, tetapi juga melalui kerja sama yang lebih konkret dalam pengembangan ekonomi perdesaan," tambahnya.
Peluang investasi dan keterlibatan sektor swasta juga terbuka lebar dalam pengembangan potensi ekonomi desa. Kolaborasi ini mencakup pengolahan dan hilirisasi produk unggulan desa, peningkatan produktivitas, pengembangan rantai nilai, serta pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pedesaan. Oleh karena itu, Kemendes PDT menyambut baik perkembangan draf Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Pertanian dan Urusan Perdesaan Tiongkok, berharap dapat segera difinalisasi sebagai landasan kerja sama konkret. Indonesia juga melihat Global Poverty Alleviation and Rural Development Partnership (GPPAD) sebagai platform strategis untuk memperkuat pertukaran pengalaman dalam pengentasan kemiskinan dan pembangunan perdesaan.
Menanggapi hal tersebut, Mr. Zhang Zhili menyampaikan kesepakatannya untuk terus memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok. Menurutnya, kolaborasi dapat dilakukan di berbagai tingkatan, mulai dari pemerintah pusat, aparatur pemerintahan daerah, hingga para ahli dan akademisi.
"Dalam kerja sama ini, kami berharap dapat menggunakan langkah-langkah yang nyata dan pragmatis untuk mengimplementasikan berbagai kesepahaman penting yang telah dicapai oleh para pemimpin kedua negara, serta memberikan kontribusi kita dalam bersama-sama mendorong pembangunan komunitas dengan masa depan bersama antara Tiongkok dan Indonesia," ujar Zhang.
Ia juga menegaskan dukungan Tiongkok terhadap sejumlah komitmen Presiden Prabowo Subianto, termasuk target penghapusan kemiskinan sebelum tahun 2029. Zhang berharap semakin banyak perusahaan Tiongkok dapat hadir di Indonesia untuk melakukan kegiatan produksi di bidang pertanian. Selain itu, ia juga berharap Indonesia dapat terus menyediakan iklim usaha yang kondusif bagi perusahaan asing, mendukung keberlanjutan kegiatan usaha, dan mendorong terciptanya kemakmuran bersama di daerah setempat.
Pertemuan penting ini turut dihadiri oleh Ms. Liu Jiang, Director of the Asia-Africa Division, Department of International Cooperation, MARA; Mr. Meng Dehao, Secretary of the General Office, MARA; Mr. Geng Jianzhong, First Secretary, Embassy of China in the Republic of Indonesia; serta Ms. Li Jiajing, Second Secretary, Embassy of China in the Republic of Indonesia. Mendes Yandri didampingi oleh Sekjen Kemendes PDT Taufik Madjid, Irjen Masyhudi, Dirjen PDP Nugroho Setijo Nagoro, Dirjen PEID Tabrani, Kepala BPSDM Agustomi Masik, Kepala BPI Mulyadin Malik, Staf Ahli Bito Wikantosa, serta Staf Khusus Fahad Attamimi.
