Internationalmedia.co.id – News – Petugas kepolisian tengah gencar memburu seorang pengendara sepeda motor yang dilaporkan melakukan penganiayaan terhadap pengemudi mobil di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Insiden yang viral di media sosial ini, berawal dari kesalahpahaman sepele terkait penggunaan klakson, telah membuat pihak berwajib mengantongi identitas sepeda motor yang digunakan oleh pelaku.
Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, mengonfirmasi bahwa pengejaran terhadap pelaku sedang berlangsung. "Lagi cari (pelaku). Untuk motor sudah kita dapat untuk identitasnya," ujar Nurma kepada internationalmedia.co.id pada Minggu (23/8). Nurma menegaskan bahwa proses hukum akan terus berjalan setelah korban melaporkan tindakan pemitingan dan pemukulan yang dialaminya. Belum ada rencana mediasi, mengingat laporan masih dalam tahap penyelidikan.

"Lapor dulu yang pasti dan ditindak lanjut dulu," tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pengemudi mobil menjadi korban penganiayaan oleh pengendara motor hingga dipiting di depan sebuah SPBU di Jagakarsa. Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis (20/8) sekitar pukul 17.00 WIB dan segera menyebar luas di media sosial. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat jelas perselisihan antara pemotor dan pemobil. Pelaku tampak memiting leher korban dengan brutal, bahkan nyaris menjatuhkannya ke area semak-semak.
Korban, pengemudi mobil tersebut, mengalami luka-luka akibat pukulan dan cekikan berulang kali. "Telah terjadi tindak pidana penganiayaan dengan cara memukul korban berkali-kali dan mencekik atau memiting korban dari belakang yang mengakibatkan luka memar di sekitar wajah dan dada sesak," jelas Kompol Nurma saat dihubungi pada Jumat (21/8).
Berdasarkan keterangan korban, pemicu perselisihan adalah saat pelaku berusaha menyalip kendaraannya. Korban kemudian membunyikan klakson, yang rupanya memicu kemarahan pelaku. Pelaku yang tidak terima langsung memberhentikan dan menghalangi laju mobil korban, sebelum akhirnya melancarkan aksi penganiayaan. Pihak kepolisian kini berupaya keras untuk segera menangkap pelaku dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum.
