Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) baru-baru ini memberikan apresiasi tinggi kepada sejumlah personelnya yang berhasil menangani insiden pengibaran Bendera Bulan Bintang di Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Kapolda Aceh Irjen Ruddi Setiawan dan Wakapolda Aceh Brigjen Ari Wahyu Widodo menjadi sorotan utama, dianugerahi Pin Emas Kapolri atas dedikasi dan keberanian mereka.
Penghargaan prestisius ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas peran krusial Kapolda dan Wakapolda Aceh dalam meredam situasi yang sempat memanas. Keduanya diketahui turun langsung ke lapangan, bernegosiasi dengan masyarakat, memastikan proses penurunan bendera berjalan aman, serta menginisiasi patroli skala besar pasca-kejadian. Selain Kapolda dan Wakapolda, Pin Emas Kapolri juga disematkan kepada Kompol I Ketut Supriyatna, Kanit 1 Subdit 4 Ditintelkam Polda Aceh, atas kontribusinya dalam penanganan insiden tersebut.

Tak hanya Pin Emas, Polri juga memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) kepada empat personel lainnya yang menunjukkan kinerja luar biasa. Mereka adalah Kompol Saiful Hadi, Kasat Samapta Polresta Banda Aceh; Aipda Azhari, Ba Polsek Lueng Bata Polresta Banda; dan Bripda Azkar, Ba Samapta Polresta Banda Aceh. Kenaikan pangkat ini menjadi bukti nyata apresiasi institusi terhadap pengabdian mereka di lapangan.
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Edison Isir, dalam keterangannya kepada internationalmedia.co.id, menyatakan bahwa penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi seluruh personel Polri untuk terus menjalankan tugas dengan profesionalisme, humanisme, dan penuh tanggung jawab. "Pengabdian dan keberanian personel di lapangan harus terus menjadi teladan. Polri akan terus memberikan apresiasi kepada anggota yang menunjukkan dedikasi dan pengorbanan dalam menjalankan tugas untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara," tegas Irjen Isir.
Irjen Isir menambahkan, tindakan para personel ini mencerminkan wujud nyata dedikasi, keberanian, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas kepolisian, khususnya dalam penanganan situasi sensitif di Aceh. Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pimpinan terhadap personel yang telah melaksanakan tugas dengan pengabdian penuh, menjaga keamanan, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
