Internationalmedia.co.id – News – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengeluarkan instruksi krusial: pembentukan satuan tugas (satgas) di tingkat daerah. Langkah ini diambil untuk mengakselerasi penanganan para korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), mengingat sebaran lokasi pengungsian dan area terdampak yang cukup luas.
Pratikno menekankan urgensi pembentukan satgas ini, "Kami dorong agar satgas daerah segera dibentuk, karena lokasi pengungsian ada di beberapa titik. Selain itu, kami melihat masih ada kebutuhan dasar para pengungsi yang harus dipenuhi," ujarnya dalam rilis resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada hari Selasa. Sebelumnya, pada hari Senin, Menko PMK secara langsung meninjau pusat pengungsian warga terdampak gempa M 7 Flores di Lapangan Pendidikan Barangkolong, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT. Dalam kunjungan lapangan tersebut, ia didampingi oleh Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto.

Kunjungan Pratikno dan Suharyanto bertujuan untuk memverifikasi kondisi aktual para pengungsi serta memastikan terpenuhinya kebutuhan pokok mereka. Mereka berinteraksi langsung dengan warga, mendengarkan keluh kesah dan daftar kebutuhan mendesak yang belum terpenuhi. Informasi ini kemudian dicatat sebagai prioritas penanganan, yang akan dikoordinasikan oleh BNPB dengan berbagai kementerian/lembaga terkait serta pemerintah daerah setempat.
Letjen TNI Suharyanto, dalam kesempatan yang sama, menegaskan komitmen BNPB untuk segera melengkapi segala kebutuhan di lokasi pengungsian. Ini mencakup tenda keluarga, tenda serbaguna, berbagai peralatan pendukung, logistik esensial, dan perlengkapan lainnya. "Malam ini kami pastikan tenda-tenda pengungsi yang lebih layak dapat didirikan, sehingga masyarakat memiliki tempat tinggal sementara yang lebih baik di sini," ujar Suharyanto. Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian bantuan telah bergerak dari Pos Logistik Nasional BNPB di Labuan Bajo menuju Kabupaten Manggarai melalui jalur darat. Selain itu, bantuan logistik dan peralatan tambahan yang dikirim langsung dari Jakarta juga telah mendarat di Bandara Komodo, Labuan Bajo, siap untuk segera didistribusikan ke titik-titik pengungsian.
Untuk aspek pangan, BNPB telah menjalin koordinasi erat dengan Kementerian Sosial (Kemensos). Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan operasional dapur umum yang dikelola oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana). Dengan demikian, para pengungsi akan terjamin mendapatkan pasokan makanan tiga kali sehari, dengan perhatian khusus pada pemenuhan gizi yang seimbang. "Kami sudah berkoordinasi dengan Kemensos. Nanti dapur umum akan menyuplai kebutuhan makanan para pengungsi sehari-hari selama di pengungsian," jelas Suharyanto.
Di sektor kesehatan, BNPB juga berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memperkuat tim medis. Penambahan tenaga kesehatan dari berbagai daerah akan dilakukan, diikuti dengan penguatan ketersediaan obat-obatan dan peralatan medis. Ini untuk memastikan setiap warga terdampak menerima pelayanan kesehatan yang komprehensif dan sesuai dengan kondisi individu mereka. "Untuk Kemenkes, akan ditambah tenaga medis beserta obat-obatan dan peralatan penunjang medis," tambah Suharyanto.
Mengakhiri kunjungannya, Letjen TNI Suharyanto secara simbolis menyerahkan bantuan logistik langsung kepada perwakilan warga terdampak. Penyerahan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama periode pengungsian pascabencana gempa bumi.
