Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dipastikan akan memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Bukan di kompleks Istana Kepresidenan, melainkan di Sekolah Partai PDIP yang berlokasi di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Demikian dilaporkan Internationalmedia.co.id – News pada Minggu (16/8/2026).
Konfirmasi ini disampaikan oleh Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat. Ia menegaskan bahwa upacara akan dimulai pukul 08.00 pagi waktu setempat, dengan Megawati Soekarnoputri sebagai Inspektur Upacara. "Benar (di Sekolah Partai), dimulai jam 8 pagi. InsyaAllah dengan Inspektur Upacara Ibu Megawati Soekarnoputri," ujar Djarot kepada awak media.

Andreas Hugo Pareira, Ketua DPP PDIP lainnya, menambahkan bahwa pelaksanaan upacara di halaman Masjid At Taufiq, yang berada di lingkungan Sekolah Partai Lenteng Agung, telah menjadi tradisi tahunan. Menurutnya, amanat yang akan disampaikan Megawati biasanya berfokus pada refleksi peringatan proklamasi sebagai cerminan makna kemerdekaan di era kontemporer. "Setiap tahun PDI Perjuangan melaksanakan upacara proklamasi 17 Agustus di Sekolah Partai di Lenteng Agung. Biasanya amanat peringatan proklamasi sebagai refleksi kemerdekaan dalam masa kontemporer," jelas Andreas.
Politikus PDIP, Guntur Romli, memberikan penjelasan mengenai alasan Megawati tidak menghadiri upacara di Istana Negara. Menurutnya, hal ini merupakan bagian dari tradisi partai yang menyelenggarakan peringatan Hari Kemerdekaan bersama jajaran internal dan masyarakat. Upacara ini direncanakan akan melibatkan pengurus DPP, para kader, serta masyarakat umum. "Seperti tradisi tahun-tahun sebelumnya Ibu Megawati Soekarnoputri akan menjadi Inspektur Upacara Kemerdekaan RI ke-81 di Sekolah Partai DPP PDI Perjuangan Lenteng Agung," kata Guntur Romli, menegaskan konsistensi acara tersebut.
Sementara itu, dari pihak Istana Kepresidenan, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sebelumnya telah memastikan bahwa undangan untuk upacara peringatan HUT ke-81 RI telah disebar, termasuk kepada para mantan presiden dan wakil presiden. Prasetyo menyebutkan bahwa proses konfirmasi kehadiran dari para tokoh nasional tersebut masih terus berlangsung hingga saat ini. "Belum semuanya lengkap konfirmasinya karena ada juga yang baru saja tadi kontak kami, baru hari ini diterima oleh pihak keluarga, baik presiden terdahulu maupun wakil presiden terdahulu," jelas Prasetyo kepada awak media di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (12/8/2026).
