Internationalmedia.co.id – News – Sebuah pertemuan penting yang menandai komitmen kepolisian dalam memahami isu-isu krusial masyarakat baru saja berlangsung. Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara langsung berdialog dengan para pimpinan serikat pekerja yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI). Diskusi mendalam ini, yang membahas berbagai permasalahan ketenagakerjaan, digelar di Sekretariat Bersama KBPBI di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Sejumlah tokoh kunci pergerakan buruh nasional turut hadir dalam pertemuan bersejarah ini. Mereka antara lain Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban, Presiden KSPN Petrus Karel Sahetapy, Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Sunarno, Ketua Umum GSBI Rudi HB Daman, Presiden Konfederasi Buruh Merdeka Indonesia (KBMI) Daeng Wahidin, serta Sekjen KSPSI MJH Arif Minardi. Kehadiran mereka menegaskan representasi luas dari aspirasi pekerja di Tanah Air.

Jenderal Sigit, dalam pernyataannya, menegaskan bahwa kehadirannya di markas KBPBI adalah untuk menyerap langsung berbagai persoalan yang dihadapi kaum buruh. Ia menyatakan keinginannya untuk memahami secara komprehensif apa saja yang selama ini menjadi fokus perjuangan para pekerja.
"Saya sangat paham bahwa teman-teman buruh mewakili seluruh tenaga kerja yang ada, memperjuangkan ini dengan sungguh-sungguh. Oleh karena waktunya pendek, tadi kami sampaikan bahwa kawal ini dengan baik dengan cara-cara diplomasi, dengan cara-cara dialog," ujar Kapolri usai pertemuan. Ia menekankan pentingnya pendekatan dialogis dalam mengadvokasi hak-hak buruh.
Lebih lanjut, Jenderal Sigit menyatakan kesiapannya untuk menjadi jembatan komunikasi, menyampaikan poin-poin krusial yang diperjuangkan oleh kaum buruh kepada tim terkait di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Harapannya, masalah-masalah perburuhan dapat segera menemukan titik terang melalui revisi undang-undang yang mampu menciptakan keseimbangan ideal antara kepentingan pengusaha, pekerja, dan peran pengawas.
Kapolri berharap, ke depan, dinamika hubungan industrial di Indonesia dapat terhindar dari konflik berkepanjangan. Ia memimpikan sinergi antara buruh dan pengusaha demi mewujudkan Indonesia yang kompetitif di kancah global, serta mampu menyejahterakan seluruh rakyatnya. "Tentunya di dalam mengawal proses, saya yakin bahwa teman-teman buruh akan sangat fokus baik dengan menggunakan forum diplomasi, forum dialog," imbuhnya.
Dari pihak KBPBI, Andi Gani Nena Wea menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif dialog ini. Menurutnya, pertemuan dengan Jenderal Sigit merupakan momen yang sangat luar biasa dan bersejarah. "Sore ini pertemuan sangat luar biasa. Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia yang merupakan representasi kekuatan buruh terbesar di Indonesia, 90 persen kekuatan buruh berada di koalisi ini. Kami berterima kasih kehadiran Pak Kapolri, berdialog ini sejarah luar biasa. Mengenai materi Undang-Undang Ketenagakerjaan, rancangan RUU Ketenagakerjaan, Pak Kapolri mendengarkan aspirasi," jelas Andi Gani, menekankan bahwa Kapolri telah mendengarkan langsung aspirasi terkait Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan.
