Sebuah tragedi menyelimuti dunia pacuan kuda nasional. Kuda pacu berprestasi tinggi, Bintang Permata, yang baru saja meraih gelar juara nasional, dilaporkan hangus terbakar dalam insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Madura. Internationalmedia.co.id – News mengonfirmasi bahwa kuda kebanggaan Sulawesi Selatan ini, satu-satunya wakil dari provinsi tersebut dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) pacuan kuda di Pulau Jawa, menjadi korban.
H. Lolong Azis, pemilik kuda dari Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, mengungkapkan kesedihannya atas musibah ini. Ia menjelaskan bahwa Bintang Permata telah berada di Pulau Jawa sejak Februari untuk mengikuti serangkaian kejuaraan. "Kuda pacu kami, Bintang Permata, yang merupakan satu-satunya wakil Sulawesi Selatan di ajang nasional, turut terbakar dalam insiden tersebut," ujar Lolong, seperti dikutip dari internationalmedia.co.idSulsel.

Tak hanya Bintang Permata, Lolong juga kehilangan enam ekor kuda potong yang baru dibelinya. Kuda-kuda tersebut rencananya akan dibawa pulang ke Jeneponto. "Ada juga enam kuda potong yang harganya kurang lebih Rp 100 juta lebih saya beli, mau ke Jeneponto," tambahnya, menjelaskan kerugian materiil yang tidak sedikit.
Bintang Permata sendiri dikenal sebagai kuda yang memiliki performa luar biasa, berkat sentuhan tangan dingin joki nasional Verdianto alias Aco. Verdianto, yang juga turut menjadi penumpang KM Mutiara Sentosa 2, selama ini bertanggung jawab penuh dalam melatih dan mempersiapkan Bintang Permata untuk berbagai kejuaraan. "Joki kami itu dia atlet nasional namanya Verdianto alias Aco," terang Lolong, menekankan pentingnya peran Aco dalam kesuksesan Bintang Permata.
Insiden tragis terbakarnya KM Mutiara Sentosa 2 ini tidak hanya menyisakan kerugian materiil yang besar, tetapi juga duka mendalam bagi H. Lolong Azis dan seluruh komunitas pacuan kuda di Sulawesi Selatan, yang kehilangan aset berharga sekaligus kebanggaan daerah mereka.
