Internationalmedia.co.id – News – Pemerintah Kabupaten Serang mengambil langkah proaktif dalam mitigasi bencana. Sebuah sistem peringatan dini (EWS) gempa bumi dan tsunami canggih kini terpasang di SDN Pasauran 1, Kecamatan Cinangka, sebuah wilayah yang dikenal rawan bencana dan pernah merasakan dampak tsunami dahsyat pada tahun 2018. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan keselamatan warga, khususnya generasi muda.
Pemasangan EWS ini terwujud berkat hibah istimewa dari PT TOA Indonesia, berupa sistem komunikasi evakuasi canggih bernama Z-FV2148W-AS Wall-Mount Evacuation System. Perangkat ini didesain khusus sebagai solusi komunikasi darurat, mampu menyalurkan informasi dengan cepat dan jernih saat situasi genting. Keunggulannya terletak pada kemampuannya terintegrasi dengan sistem alarm, memastikan pesan evakuasi dapat tersebar secara efektif ke seluruh penjuru area sekolah.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, dalam keterangannya belum lama ini, mengungkapkan kekhawatirannya akan minimnya persiapan masyarakat menghadapi bencana. "Kami khawatir, jika tidak dipersiapkan, meskipun kita tidak mengharapkan bencana terjadi, mereka belum siap menghadapinya," ujar Ajat. Oleh karena itu, sosialisasi penggunaan EWS ini menjadi krusial untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan oleh gempa bumi atau potensi tsunami.
Inisiatif ini tidak berhenti pada pemasangan alat. Pemerintah Kabupaten Serang juga gencar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam sosialisasi mitigasi bencana. Dengan menjadikan SDN Pasauran 1 sebagai titik awal, diharapkan para siswa dapat menjadi duta informasi, menyebarkan pemahaman tentang kesiapsiagaan bencana kepada keluarga dan lingkungan mereka. "Mudah-mudahan para siswa ini bisa menyosialisasikannya kepada orang tua mereka di rumah masing-masing," tambah Ajat.
Dari pihak PT TOA Indonesia, Brand & Community Manager Clara Dinny A, menegaskan komitmen perusahaannya untuk memastikan mitigasi bencana terlaksana dengan optimal di area-area berisiko tinggi. "Kami ingin memastikan edukasi mitigasi bencana dapat diterapkan secara nyata di lingkungan sekolah, dimulai dari SDN Pasauran 1," jelas Clara. Ia berharap, praktik baik ini akan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain, khususnya yang berada di wilayah pesisir dan rawan bencana, untuk terus meningkatkan standar kesiapsiagaan demi terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman dan terlindungi.
