Wonosobo, Jawa Tengah – Sebanyak 330 siswa baru resmi memulai perjalanan pendidikan mereka di Sekolah Rakyat Kabupaten Wonosobo. Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dan Siswa (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Jumat (31/1/2026). Internationalmedia.co.id – News mencatat, Sekolah Rakyat ini menjadi harapan baru bagi ratusan anak dari Wonosobo dan Temanggung.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen Sosial Agus Jabo Priyono merinci, dari total 330 siswa baru, 270 di antaranya berasal dari Kabupaten Wonosobo, terbagi menjadi 120 siswa jenjang SMA, 120 siswa jenjang SMP, dan 30 siswa jenjang SD. "Selain itu, kami juga menerima 60 siswa baru dari Kabupaten Temanggung," jelas Agus Jabo dalam keterangan tertulis yang diterima internationalmedia.co.id, Jumat (31/1/2026).

Agus Jabo menegaskan, program Sekolah Rakyat ini didesain untuk memutus mata rantai kemiskinan antar generasi melalui akses pendidikan berkualitas. Lebih dari itu, tujuan utamanya adalah membangun kembali harapan bagi mereka yang kurang mampu. "Membangun harapan bagi saudara-saudara kita yang tadinya sudah tidak punya harapan, anaknya bisa bersekolah, setelah ada Sekolah Rakyat harapan itu muncul kembali," ujarnya. Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto berkeinginan untuk memuliakan masyarakat yang selama ini terpinggirkan atau disebut ‘the invisible people’ melalui inisiatif ini.
Mengingat latar belakang siswa yang beragam, Agus Jabo secara khusus mengimbau para guru dan tenaga kependidikan untuk menjalankan tugas dengan ikhlas dan penuh kesabaran. "Kepada para guru, saya mohon karena kalian sebagai pengganti orang tua yang sabar, yang ikhlas, anggap anak-anak yang sekolah di Sekolah Rakyat Wonosobo ini menjadi anak-anak kita sendiri, supaya orang tuanya tenang," pesannya.
Lebih lanjut, Agus Jabo mengungkapkan adanya peningkatan target kapasitas Sekolah Rakyat. Jika sebelumnya gedung permanen ditargetkan menampung seribu siswa, kini perintah Presiden adalah minimal dua ribu siswa per sekolah. "Pak Presiden kemarin perintahnya adalah setiap sekolah harus bisa menampung seribu siswa. Sekarang ini kita diperintahkan satu sekolah harus bisa menampung minimal dua ribu siswa, karena saking banyaknya anak-anak kita yang tidak sekolah," bebernya.
Sementara itu, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Sosial atas dukungan penuh dalam pembangunan Sekolah Rakyat permanen di wilayahnya. "Terima kasih kepada Pemerintah pusat khususnya Kementerian Sosial Republik Indonesia, atas kepercayaan yang diberikan Kepada Wonosobo sebagai salah satu lokasi Sekolah Rakyat permanen," kata Afif.
Ia mengakui, proses pembangunan tidak lepas dari berbagai tantangan dan rintangan. Namun, berkat sinergi dan arahan dari berbagai pihak, gedung permanen Sekolah Rakyat kini siap dimanfaatkan. "Alhamdulillah, berkat arahan Pak Menteri Sosial, berkat bimbingan Pak Wamensos, Pak Sekjen dan seluruh Jajarannya, alhamdulillah pada akhirnya kita bisa keluar dari persoalan-persoalan yang kita hadapi," tutupnya.
Sebagai informasi tambahan, kegiatan penting ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein, Wakil Bupati Temanggung Nadia Muna, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur, jajaran Forkopimda Kabupaten Wonosobo, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
