Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan target baru untuk penyelesaian pembangunan gedung SDN Cipete Utara 01 di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yaitu September 2026. Proyek vital ini, yang sebelumnya sempat molor dari jadwal awal, kini menjadi sorotan utama. Internationalmedia.co.id – News melaporkan detail di balik penundaan dan harapan penyelesaiannya.
Menurut Sarwoko, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan, proyek ini mulanya direncanakan rampung dalam kurun waktu enam bulan. Namun, kenyataannya, pengerjaan yang sudah berjalan hampir setahun ini belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian. "Kami berharap September [2026] nanti pembangunan bisa tuntas, sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) dapat kembali normal di gedung baru," ungkap Sarwoko dalam keterangannya kepada internationalmedia.co.id pada Kamis (29/7/2026).

Sarwoko membeberkan bahwa faktor utama di balik keterlambatan ini adalah adanya perubahan visi proyek di tengah jalan. Semula, fokus hanya pada pembangunan ulang gedung SDN Cipete Utara 01. Namun, kemudian muncul gagasan untuk mengembangkan lokasi tersebut menjadi bangunan multifungsi atau mixed-use hingga 20 lantai. "Ada perubahan rencana di tengah perjalanan, dari sekadar membangun sekolah menjadi keinginan untuk proyek mixed-use yang jauh lebih besar," jelasnya.
Namun, dinamika proyek kembali bergeser setelah terjadi pergantian kontraktor. Rencana ambisius untuk bangunan multifungsi akhirnya dibatalkan, dan fokus kembali diarahkan pada pembangunan gedung sekolah dasar semata. "Setelah pergantian kontraktor, proyek kembali ke rencana awal, yaitu hanya membangun gedung sekolah. Namun, waktu pengerjaan sudah terlampaui dari target semula," imbuh Sarwoko.
Berdasarkan arahan pimpinan, penyelesaian pembangunan SDN Cipete Utara 01 kini menjadi prioritas utama. Rencana pembangunan gedung multifungsi dipastikan tidak akan dilanjutkan. "Kami sangat berharap proyek ini dapat rampung sesuai jadwal baru, sehingga KBM siswa bisa kembali normal dan mereka dapat menikmati fasilitas sekolah yang layak," pungkas Sarwoko.
Selama masa konstruksi berlangsung, kegiatan belajar mengajar bagi para siswa SDN Cipete Utara 01 tetap berjalan. Mereka untuk sementara waktu dialihkan ke SDN Cipete Utara 09, yang berjarak sekitar 1,6 kilometer dari lokasi pembangunan. Langkah ini diambil untuk memastikan proses pendidikan tidak terhenti meskipun ada kendala fisik.
