Menteri Koperasi Ferry Juliantono baru-baru ini membeberkan visi ambisius Presiden Prabowo Subianto untuk merevolusi pembangunan ekonomi nasional. Presiden bertekad agar peredaran uang dan geliat pertumbuhan ekonomi tidak lagi hanya berpusat di perkotaan, melainkan merata hingga ke pelosok desa. Visi ini diwujudkan melalui pembentukan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh Indonesia, sebuah langkah strategis untuk menempatkan masyarakat desa sebagai aktor sentral dalam geliat ekonomi. Demikian dilaporkan Internationalmedia.co.id – News.
Ferry menjelaskan, pendekatan ini menandai perubahan paradigma fundamental. Masyarakat desa, yang selama ini seringkali hanya dipandang sebagai objek pasif atau sekadar penerima bantuan, kini akan diberdayakan secara penuh. "Sekarang peredaran uang itu digelontorkan ke desa-desa dan kemudian masyarakat desa tidak lagi hanya sekadar sebagai objek ekonomi, bukan lagi sekadar sebagai penerima manfaat," ujar Ferry dalam keterangannya kepada internationalmedia.co.id.

Presiden Prabowo, lanjut Ferry, secara tegas menolak teori "trickle-down effect" yang mengklaim pertumbuhan dari segelintir konglomerat akan otomatis menetes ke bawah. Sebaliknya, ia menginginkan pemberdayaan langsung dari akar rumput. "Sekarang dibukakan akses permodalan, tidak lagi masyarakat di desa dan kelurahan hanya menerima sedekah, tapi mereka diberikan akses permodalan. Ini pertama kalinya Bapak Presiden menyampaikan logika ini," tegasnya.
Komitmen ini diyakini akan mengangkat harkat, martabat, dan wibawa masyarakat pedesaan. Dengan alokasi sumber daya otoritatif negara yang kini difokuskan ke desa dan kelurahan, diharapkan pertumbuhan ekonomi akan muncul dari akar rumput, berujung pada peningkatan ekonomi nasional dengan target ambisius mencapai 8 persen.
Lebih lanjut, Ferry menjabarkan lima pilar operasional KDKMP sebagai langkah konkret pemerintah dalam melindungi dan memberdayakan masyarakat di pelosok negeri:
- Distribusi Subsidi Langsung: KDKMP akan menjadi kanal utama distribusi barang-barang subsidi esensial (seperti gas, beras, minyak, dan pupuk) langsung ke tangan masyarakat paling bawah yang membutuhkan.
- Akses Kesehatan Terjangkau: Koperasi ini akan menyediakan layanan kesehatan dasar melalui gerai obat dan klinik sederhana, memastikan akses kesehatan yang terjangkau bagi seluruh warga desa dan kelurahan.
- Membebaskan dari Jeratan Utang: Melalui skema microfinance, KDKMP akan menjadi benteng bagi masyarakat dari jeratan rentenir, pinjaman online ilegal, dan bentuk utang mencekik lainnya.
- Penyerap Produk Lokal: Koperasi ini diproyeksikan menjadi agregator utama yang menyerap seluruh hasil produksi masyarakat desa, mulai dari komoditas pertanian, peternakan, perikanan, kerajinan tangan, hingga produk UMKM lokal.
- Infrastruktur Logistik Efisien: KDKMP akan dilengkapi dengan infrastruktur logistik yang efisien untuk mempercepat arus mobilitas barang, baik dari desa ke pasar luar maupun sebaliknya, memastikan produk desa memiliki daya saing.
Ferry berharap, program KDKMP ini tidak hanya membawa dampak ekonomi, tetapi juga nilai ibadah dan moral, serta menjadi ladang amal terbaik bagi semua pihak yang terlibat dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa.
