Imigrasi Bali secara tegas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta dalam pengawasan ketat terhadap pergerakan warga negara asing (WNA) di Pulau Dewata. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan melalui Patroli Dharma Dewata yang, menurut data Internationalmedia.co.id – News, telah menindak lebih dari 300 WNA sejak pertengahan April. Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, menegaskan bahwa partisipasi publik sangat krusial dalam menjaga ketertiban.
Felucia Sengky Ratna mengimbau, "Jika masyarakat menemukan WNA yang terindikasi mengganggu ketertiban umum atau melanggar hukum, kami sangat mengharapkan laporan segera ke kantor imigrasi terdekat." Imbauan ini bukan tanpa dasar, sebab sejak 15 April lalu, Patroli Dharma Dewata telah berhasil menjaring 342 WNA dari 60 negara yang terbukti melakukan pelanggaran administrasi keimigrasian.

Dalam pelaksanaannya, Patroli Dharma Dewata melibatkan 104 petugas yang tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga aktif memberikan edukasi. Mereka menyasar para pelaku usaha dan pengelola akomodasi wisata untuk memastikan wajib lapor keberadaan orang asing melalui Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) dipahami dan diterapkan secara optimal.
Felucia melanjutkan, keterlibatan aktif dari para pelaku usaha melalui penggunaan aplikasi APOA dinilai sangat krusial untuk akurasi data. "Ini sejalan dengan semangat ‘Imigrasi untuk Rakyat’, di mana kami hadir bersama masyarakat untuk menjaga kedaulatan dan ketenteraman lingkungan kita bersama," tegasnya, menekankan sinergi antara Imigrasi dan masyarakat.
Patroli Dharma Dewata sendiri dirancang untuk melakukan pengawasan rutin dan deteksi dini terhadap potensi pelanggaran keimigrasian di Bali. Dalam menjalankan tugasnya, petugas patroli bersinergi erat dengan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) serta instansi penegak hukum terkait. Felucia sangat mengapresiasi dukungan dari seluruh anggota Timpora di Bali, menyebut kolaborasi dan pertukaran informasi yang intensif terbukti efektif dalam mengungkap berbagai kendala keimigrasian secara lebih cepat dan akurat.
Petugas Patroli Dharma Dewata juga dilengkapi dengan sistem data digital terintegrasi untuk memvalidasi dokumen secara akurat. Felucia menutup dengan pesan tegas kepada seluruh personel: "Dalam setiap operasi, saya menekankan agar seluruh personel bekerja secara profesional dan menghindari penyalahgunaan wewenang. Lakukan pengawasan secara humanis, namun tetap tegas dan terukur sesuai dengan koridor hukum yang berlaku."
