Internationalmedia.co.id – News – Sebuah insiden tak terduga sempat menghebohkan pengguna jalan di Matraman, Jakarta Timur, dini hari tadi. Satu unit truk molen berukuran besar dilaporkan tersangkut di kolong jembatan Jalan Matraman Raya, menyebabkan sedikit kekacauan sebelum akhirnya berhasil ditangani. Kendaraan berat itu akhirnya berhasil dievakuasi setelah tim di lapangan menerapkan metode unik, yakni dengan mengempiskan bannya.
Kompol Harnas Prihandito, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Jakarta Selatan, membenarkan bahwa penanganan peristiwa ini telah tuntas pada Rabu (15/7) malam. "Alhamdulillah sudah aman dari semalam," ujar Kompol Harnas, seperti dikutip internationalmedia.co.id pada Kamis (16/7/2026), memastikan situasi kembali normal.

Harnas menjelaskan lebih lanjut mengenai strategi evakuasi yang berhasil membebaskan truk tersebut. "Ban dikempesin jadi bisa jalan truk molennya," imbuhnya, merujuk pada teknik sederhana namun efektif untuk menurunkan ketinggian truk agar dapat melewati kolong jembatan yang memiliki batas ketinggian.
Berdasarkan pantauan dan foto yang diterima internationalmedia.co.id dari Kompol Harnas, pagi ini lokasi kejadian di Jalan Matraman Raya sudah bersih dari truk molen tersebut. Arus lalu lintas di sekitar area kini terpantau lancar tanpa hambatan berarti, menandakan bahwa proses evakuasi berjalan sukses dan tidak meninggalkan dampak jangka panjang pada kelancaran lalu lintas.
Insiden ini sebelumnya sempat terekam dalam sejumlah video amatir yang kemudian viral di berbagai platform media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan jelas bagaimana truk molen itu tersangkut, dengan bagian ban depan kendaraan yang terangkat ke atas, mengindikasikan bahwa ketinggian truk melebihi batas aman kolong jembatan. Dalam video juga terlihat seorang sopir berupaya menggemboskan ban, sebuah upaya krusial agar kendaraan berat itu bisa bergerak kembali dan keluar dari posisi terjepit. Kejadian serupa truk tersangkut di kolong jembatan memang bukan kali pertama terjadi, seringkali disebabkan oleh estimasi ketinggian yang keliru atau ketidakpatuhan terhadap rambu batas ketinggian.
