Viralnya sebuah video yang menampilkan seorang bocah berusia 8 tahun di Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten, yang diduga kecanduan menghirup bensin, telah menarik perhatian publik dan pemerintah setempat. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Pemerintah Kabupaten Serang bergerak cepat dengan rencana rehabilitasi untuk anak tersebut.
Dalam tayangan video yang viral dan diakses oleh internationalmedia.co.id baru-baru ini, terlihat jelas beberapa anak tengah berkumpul di sebuah pos atau gubuk sederhana. Fokus utama video tersebut adalah seorang anak laki-laki yang mengenakan baju kuning, tampak asyik memegang botol berisi bensin. Dengan penutup botol yang terbuka, ia berulang kali menghirup aroma bensin dari dalam botol tersebut, seolah tak terpisahkan dari genggamannya.

Keheranan tampak jelas di wajah anak-anak lain yang berada di sekitarnya, beberapa di antaranya bahkan melontarkan pertanyaan mengenai "rasa" bensin tersebut. Namun, dalam rekaman itu, bocah tersebut tidak memberikan respons atau jawaban apa pun.
Merespons cepat fenomena ini, Camat Tirtayasa, Munarpi, menyatakan pihaknya telah mengetahui informasi mengenai kasus bocah penghirup bensin tersebut. Munarpi menduga, kondisi ini dipicu oleh kurangnya kasih sayang dari orang tua kandung. "Kemungkinan besar karena kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orang tua. Mereka sudah berpisah, ibunya merantau ke Jakarta, sehingga anak ini diasuh oleh saudaranya," jelas Munarpi, saat dihubungi internationalmedia.co.id.
Saat ini, Munarpi tengah berkoordinasi intensif dengan pihak keluarga anak tersebut. Rencananya, Dinas Sosial Kabupaten Serang bersama dengan pihak puskesmas setempat akan mengambil alih penanganan untuk memberikan rehabilitasi yang diperlukan. "Kami berharap pihak keluarga dapat menyetujui rencana rehabilitasi ini demi kebaikan dan masa depan anak," imbuh Munarpi, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menangani kasus ini.
