Tangerang – Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, masih belum berhasil dipadamkan setelah lebih dari satu hari berkobar tanpa henti. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa upaya pemadaman terus dilakukan oleh berbagai pihak, namun kendala di lapangan membuat api sulit ditaklukkan.
Api pertama kali dilaporkan pada Selasa (30/6) pukul 11.10 WIB. Hingga Rabu (1/7) pukul 11.50 WIB, kobaran api masih terlihat jelas di beberapa titik. Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, mengonfirmasi bahwa api belum sepenuhnya padam dan petugas masih berjibaku di lokasi.

Djohan menjelaskan, salah satu tantangan utama dalam memadamkan api adalah banyaknya titik api yang tersebar di area TPA. Kondisi ini diperparah dengan musim kemarau yang membuat material sampah kering dan sangat mudah terbakar, sehingga api cepat meluas dan sulit dilokalisir. Untuk mengatasi hal ini, sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dari Pemerintah Daerah dan TNI AD telah disiagakan untuk mencegah perluasan api lebih lanjut.
Selain itu, akses menuju lokasi kebakaran juga menjadi kendala serius. Jalan masuk yang sempit dan banyaknya truk pengangkut sampah yang masih berlalu lalang menghambat mobilitas unit pemadam kebakaran. "Kalau seumpamanya pakai mobil pemadam agak jauh ya dia nyedotnya. Keluar masuknya jalannya pun juga masuk ke situ tuh agak sempit karena banyak mobil sampah itu," terang Djohan. Ia menekankan pentingnya penertiban truk-truk sampah agar pergerakan tim damkar bisa lebih leluasa dan efisien.
Untuk mempercepat penanganan dan mengatasi kendala di darat, dua helikopter water bombing telah dikerahkan. Helikopter-helikopter tersebut diterbangkan dari Jambi dan Palembang, dan diperkirakan tiba di Pondok Cabe sekitar pukul 1 siang untuk pemasangan bracket. Nantinya, helikopter akan mengambil air dari danau yang berada di sekitar area Jatiwaringin, Tangerang, untuk menyiram dan memadamkan sisa-sisa kobaran api yang masih ada.
