Internationalmedia.co.id – News – Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut telah memberikan arahan khusus kepada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk mengawal pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, bahkan hingga dua periode. Namun, di tengah arahan tersebut, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) justru menyoroti fokus yang berbeda, menekankan bahwa Pemilu 2029 masih terlalu jauh untuk dibicarakan.
Pernyataan mengenai arahan Jokowi ini disampaikan oleh Ketua DPP PSI, Bestari Barus. Menurut Bestari, Presiden ketujuh RI itu meminta PSI beserta para simpatisannya untuk tidak hanya mendukung, tetapi juga mengawal penuh jalannya pemerintahan Prabowo-Gibran. "Beliau menyampaikan kepada kami bahwa kita diminta untuk mengawal Pak Prabowo-Gibran ini, bahkan sampai dua periode," ungkap Bestari kepada wartawan pada Jumat (18/6). Ia juga menepis isu "dua matahari" yang sempat beredar, menegaskan bahwa tidak ada dualisme kepemimpinan. Pesan ini diterima Bestari saat bertemu Jokowi di Solo pada Kamis (18/6) pagi, di mana Jokowi juga mengingatkan untuk menjaga keharmonisan internal dan terus mendukung pasangan yang sedang menjabat.

Menanggapi dinamika politik tersebut, AHY, yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, memilih untuk tidak terlalu jauh membahas Pilpres 2029. Berbicara di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (22/6) lalu, AHY menegaskan bahwa saat ini masih tahun 2026. "Mari kita sama-sama menyadari ini masih tahun 2026, menuju 2029 juga masih agak lama," kata AHY, mengalihkan fokus pada isu-isu yang lebih mendesak.
Partai Demokrat, lanjut AHY, memiliki prioritas utama pada urusan dalam negeri, khususnya di sektor ekonomi. "Saya rasa kita fokus dulu ya di urusan dalam negeri. Fokus kita adalah ekonomi," ujarnya. Ia menekankan pentingnya menjaga pertumbuhan ekonomi, memastikan daya beli masyarakat tetap stabil, membuka lapangan kerja yang luas, serta berupaya menurunkan angka kemiskinan dan menekan ketimpangan sosial.
Sebagai bagian dari pemerintahan, AHY juga menjelaskan bagaimana kementeriannya turut mengawal isu-isu tersebut. Ia mengaku telah mendorong program-program pembangunan infrastruktur yang dirancang untuk memberikan dampak langsung dan cepat bagi masyarakat. "Dan itu juga mengapa saya kawinkan dengan spirit atau paradigma pembangunan infrastruktur yang langsung berdampak. Jadi tidak terlalu lama menunggu dampak dari setiap pembangunan infrastruktur," jelas AHY. Contohnya adalah pembangunan jalan daerah yang berkualitas dan penguatan sistem irigasi, yang diharapkan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh publik.
