Internationalmedia.co.id – News – Dinas Perhubungan (Dishub) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat menanggapi insiden viral pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta Timur. Menyusul kejadian yang menarik perhatian publik tersebut, Dishub DKI akan segera berkoordinasi dengan pengelola gedung-gedung dan pusat perbelanjaan untuk memfasilitasi ketersediaan area parkir khusus bagi para ojol. Langkah ini diungkapkan Kepala Dishub DKI Jakarta, Budi Awaluddin, sebagai respons atas aspirasi yang disampaikan langsung oleh pengemudi ojol yang terlibat.
Budi Awaluddin menjelaskan bahwa pengemudi ojol bernama Sulis Agung Wibowo, yang motornya sempat diangkut petugas, menitipkan pesan penting. "Beliau menitipkan pesan agar ke depannya ada kerja sama antara komunitas ojek online (ojol), pihak pengelola gedung, dan Dinas Perhubungan untuk memfasilitasi ketersediaan tempat parkir di gedung-gedung atau mal," ujar Budi usai apel bersama pengemudi ojol di Balai Kota, Jakarta, Minggu (21/6).

Menindaklanjuti hal tersebut, Dishub Jakarta berkomitmen untuk segera mengoordinasikan dan mengadakan rapat. "Kami akan segera mengoordinasikan hal ini dan mengadakan rapat dengan mengundang teman-teman komunitas ojol serta operator agar aturan ini dapat diterapkan dengan baik," tegas Budi.
Lebih lanjut, Budi juga menekankan bahwa penindakan di lapangan ke depannya akan mengedepankan pendekatan humanis, sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. "Penertiban akan terus kami lanjutkan dengan mengedepankan arahan Bapak Gubernur, yaitu secara humanis. Kami akan melakukan pendekatan persuasif dan dialogis saat melakukan penertiban di lapangan," jelasnya.
Budi mengidentifikasi komunikasi sebagai kendala utama dalam memfasilitasi ketersediaan parkir ojol selama ini. "Lalu yang apa sih yang menjadi kendala selama ini? Ya, ini komunikasi ini ya mungkin ini adalah juga seperti tadi kami sampaikan suatu pembelajaran ya, ada hikmah di balik itu. Dan ini yang akan kita koordinasikan karena kami melibatkan nanti komunitas dan juga operator dan juga para pemilik gedung," ungkapnya. Ia menambahkan, beberapa stasiun juga masih belum memiliki tempat parkir yang memadai, menjadi fokus diskusi selanjutnya. "Mudah-mudahan ada titik temu dan bisa diwujudkan ya demi Jakarta yang lebih baik lagi nanti," harapnya.
Sebagai langkah prioritas, Dishub akan segera mengundang operator dan pengelola gedung pada pekan depan. Pertemuan ini bertujuan untuk mendiskusikan implementasi Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) terkait ruang parkir khusus ojol. "Hal ini menjadi target prioritas kami. Secepatnya, mungkin minggu depan kami akan mengundang operator dan pengelola gedung untuk mendiskusikan implementasi Permenhub terkait ruang parkir khusus ojol," tutup Budi.
Sebelumnya, sebuah video yang beredar luas di media sosial, seperti yang dilihat internationalmedia.co.id pada Jumat (19/6), menunjukkan petugas Dishub mengangkut beberapa kendaraan, termasuk motor milik pengemudi ojol. Dalam narasi video, pengemudi ojol tersebut sedang mengambil pesanan makanan. Terlihat pengemudi ojol itu memohon-mohon agar kendaraannya tidak diangkut, mengingat motor adalah sarana utama untuk pekerjaannya. Ia bahkan sampai memanjat mobil Dishub. Namun, penertiban tetap dilakukan karena kendaraan tersebut dinilai parkir di lokasi yang melanggar aturan dan berpotensi mengganggu arus lalu lintas.
Menanggapi insiden tersebut, Sudin Perhubungan Jakarta Timur menyampaikan permintaan maaf dan langsung mendatangi rumah Sulis Agung Wibowo pada Sabtu (20/6). Kepala Sudinhub Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak, menjelaskan bahwa pertemuan itu bertujuan untuk menjelaskan kronologi kejadian dan meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat.
