Internationalmedia.co.id – News – Di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, bantuan dana stimulan bagi penyintas bencana hidrometeorologi telah membuktikan diri sebagai lebih dari sekadar penopang perbaikan rumah. Dana tersebut justru menjelma menjadi katalisator kebangkitan ekonomi, mengubah kawasan hunian sementara (huntara) menjadi pusat geliat usaha yang menyemai harapan baru. Kisah Milawati dan Salwati, dua warga Desa Meunasah Lhok, menjadi potret nyata semangat pantang menyerah ini.
Milawati, salah satu penerima manfaat, awalnya menghadapi tantangan ganda. Rumahnya di Desa Meunasah Lhok rusak parah akibat terjangan banjir, dan saat proses pembersihan belum usai, bencana serupa kembali melanda. Namun, di tengah keterbatasan sumber daya dan kondisi yang memilukan, Milawati bertekad untuk bangkit. Bersama keluarganya, ia memanfaatkan sebagian dana stimulan untuk membuka usaha kecil berupa penjualan makanan ringan di area huntara.

"Hasil jualan ini kami gunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan menjadi tulang punggung ekonomi keluarga," ujar Milawati saat ditemui di Kompleks Huntara Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, awal Juni lalu. Ia menjelaskan, bantuan stimulan sebesar Rp8 juta yang diterimanya, ditambah dana koperasi sebesar Rp200 ribu, sangat membantu proses pemulihan. Kini, Milawati tinggal bersama suaminya di huntara, sementara anak-anaknya meniti karier di luar daerah dan satu lainnya masih menempuh pendidikan di pesantren.
Tak jauh berbeda, Salwati, warga Desa Meunasah Lhok lainnya, juga menemukan jalan keluar dari kesulitan. Sebagian dana stimulan yang ia terima dimanfaatkan sebagai modal awal untuk usaha kecilnya di kawasan huntara. "Jualan ini untuk memenuhi uang belanja hari-hari," kata Salwati. Berbagai jenis makanan dan minuman yang ia jajakan tidak hanya memenuhi kebutuhan warga sekitar, tetapi juga menciptakan sumber penghasilan baru di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan pascabencana.
Transformasi signifikan ini menunjukkan bahwa bantuan dari Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera tidak hanya berfokus pada pemulihan infrastruktur fisik. Lebih dari itu, bantuan ini menjadi fondasi penting bagi pemulihan ekonomi masyarakat, mendorong kemandirian, dan menyemai optimisme. Warga Pidie Jaya kini perlahan tapi pasti membangun kembali kehidupan mereka, membuktikan bahwa dari puing-puing bencana, semangat kewirausahaan dapat tumbuh subur.
Kisah Milawati dan Salwati adalah bukti nyata bahwa di balik setiap musibah, selalu ada ruang untuk bangkit. Melalui dukungan pemerintah dan sinergi berbagai pihak, masyarakat Pidie Jaya menjadikan bantuan yang diterima bukan sekadar sarana pemulihan, melainkan sebuah investasi harapan untuk masa depan yang lebih cerah.
