Internationalmedia.co.id – News – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melayangkan pujian setinggi-tingginya atas penyelenggaraan ibadah haji yang dinilai menunjukkan lompatan kualitas signifikan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Berbagai inovasi krusial berhasil diimplementasikan, mulai dari pemangkasan biaya haji yang memberi angin segar bagi jemaah hingga mempersingkat masa tunggu antrean keberangkatan secara drastis.
Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyampaikan apresiasi ini usai bertemu dengan Presiden Prabowo di Hambalang, Bogor, Rabu (17/6) lalu. Cucun secara tegas menyatakan bahwa perbaikan menyeluruh dalam layanan haji ini adalah buah dari era kepemimpinan Prabowo. Salah satu pencapaian paling menonjol adalah penurunan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) hingga sekitar Rp 6 juta dalam dua tahun terakhir. Langkah ini diklaim telah meringankan beban finansial lebih dari 200 ribu calon jemaah yang telah lama mendambakan perjalanan ke Tanah Suci.

Lebih lanjut, Cucun menggarisbawahi upaya pemerintah dalam menekan masa tunggu keberangkatan haji. Jika sebelumnya antrean di beberapa daerah bisa mencapai 35 hingga 40 tahun, kini berhasil dipersingkat menjadi sekitar 26 tahun. "Antrean yang sebelumnya hampir 35 sampai 40 tahun, berkat kerja keras para pembantu Bapak Presiden, mulai dari Menteri hingga Wakil Menteri Haji, kini bisa ditekan sampai 26 tahun," terang Cucun. Ia bahkan menyebutkan bahwa Presiden Prabowo berharap agar skema percepatan antrean bisa terus diupayakan.
Sistem keberangkatan jemaah juga mengalami perbaikan, khususnya pada proses imigrasi yang kini jauh lebih baik. Mekanisme ini tidak hanya efektif mencegah keberangkatan jemaah ilegal, tetapi juga menjamin kenyamanan bagi jemaah sejak sebelum mereka terbang menuju Arab Saudi.
Di sektor akomodasi, terjadi peningkatan drastis. Hampir 17 ribu jemaah haji reguler tahun ini dilaporkan menempati hotel-hotel berstandar bintang lima di kawasan Zona 1 Madinah, area strategis yang dekat dengan Masjid Nabawi. "Kami mendengarkan langsung testimoni dari para jemaah, ‘Pak, kami tidak pernah membayangkan diberikan hotel sebagus ini, bisa melaksanakan ibadah haji di hotel bintang 5 yang tidak jauh dari masjid’," ujar Cucun, mengutip pengalaman positif jemaah.
Tak hanya itu, kualitas konsumsi jemaah juga disebut mengalami peningkatan signifikan. Kementerian Haji berhasil melakukan negosiasi dengan penyedia layanan (syarikah) untuk menyajikan menu makanan yang lebih variatif dan ramah di lidah masyarakat Indonesia. "Jika di tahun-tahun sebelumnya nasi yang disajikan kurang familiar atau cenderung keras, kini sudah lebih adaptif dan sesuai selera orang Indonesia," jelasnya.
Meskipun demikian, Cucun mengakui bahwa masih ada beberapa catatan kecil yang memerlukan perbaikan berkelanjutan. Namun, secara keseluruhan, ia menilai pelaksanaan haji tahun ini menunjukkan kemajuan yang sangat berarti. Keberhasilan ini, menurutnya, adalah hasil dari komunikasi dan koordinasi yang solid antara DPR dan pemerintah, khususnya Kementerian Haji.
Sejalan dengan pandangan tersebut, Anggota Komisi VIII DPR RI Abidin Fikri turut menyampaikan penghargaan atas kinerja Kementerian Haji dan Umrah. Ia juga mengingatkan pentingnya antisipasi terhadap tantangan penyelenggaraan haji di masa depan, terutama terkait dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah. Abidin secara khusus berterima kasih kepada Presiden Prabowo atas perhatian besar yang diberikan terhadap peningkatan kualitas layanan bagi jemaah haji Indonesia.
