Internationalmedia.co.id – News – Situasi geopolitik global kembali memanas, ditandai dengan sinyal-sinyal kontradiktif dari Amerika Serikat dan Iran terkait potensi kesepakatan damai, serta langkah-langkah provokatif dari Israel di Jalur Gaza. Washington mengumumkan penutupan akses maskapai Iran, sementara Teheran menepis klaim kesepakatan. Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk menguasai 70 persen Gaza, memicu kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut pada Jumat (29/5/2026).
Konflik antara AS dan Iran menunjukkan tanda-tanda yang membingungkan. Washington, melalui Departemen Keuangan, mengumumkan akan memblokir maskapai penerbangan Iran dari pendaratan, pengisian bahan bakar, dan penjualan tiket. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan langkah ini bagian dari "kampanye kemarahan ekonomi terhadap rezim Iran." Ironisnya, di tengah sanksi ini, sumber pejabat AS mengklaim adanya nota kesepahaman sementara mengenai gencatan senjata 60 hari dan kerangka kerja perundingan nuklir, yang menunggu persetujuan akhir Presiden Donald Trump. Namun, otoritas Iran dengan tegas membantah, menyatakan kesepakatan belum mencapai tahap finalisasi.

Netanyahu Perintahkan Penguasaan 70 Persen Gaza
Di wilayah lain, ketegangan di Timur Tengah semakin memuncak. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terang-terangan memerintahkan pasukannya untuk menguasai 70 persen wilayah Jalur Gaza. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah konferensi di Tepi Barat, menentang ketentuan gencatan senjata rapuh yang berlaku sejak Oktober tahun lalu. Netanyahu mengklaim Israel telah menguasai 60 persen Gaza dan akan terus bergerak maju.
Israel Putuskan Kontak dengan Sekjen PBB
Langkah kontroversial lainnya datang dari Israel yang mengumumkan pemutusan semua kontak dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Keputusan ini diambil setelah PBB memasukkan Israel ke dalam daftar hitam terkait dugaan kekerasan seksual di zona konflik, menempatkannya sejajar dengan kelompok Hamas. Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, menyebut daftar itu "keterlaluan" dan menyatakan "kami sudah selesai dengan Sekretaris Jenderal ini."
Garda Revolusi Iran: Perdamaian Mustahil Tanpa Israel Dilenyapkan
Menambah panasnya situasi, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan pernyataan keras. Mereka mengecam pembunuhan komandan senior Hamas oleh Israel dan menegaskan bahwa perdamaian di Asia Barat mustahil tercapai sampai Israel "sepenuhnya dilenyapkan." IRGC mengutuk pembunuhan Mohammed Odeh dan Ezzeddin al-Haddad, komandan Brigade Ezzedine al-Qassam, yang tewas dalam serangan Israel di Gaza bersama istri dan ketiga anaknya.
Berbagai peristiwa yang terjadi pada hari ini menunjukkan bahwa kawasan Timur Tengah dan dinamika hubungan internasional berada dalam kondisi yang sangat volatil, dengan potensi eskalasi yang mengkhawatirkan.
