Sebuah insiden penembakan menggemparkan area sekitar Gedung Putih, Washington D.C., pada Sabtu malam waktu setempat. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa agen Secret Service terpaksa melumpuhkan dua individu, salah satunya diidentifikasi sebagai terduga pelaku penembakan, dalam sebuah respons cepat terhadap rentetan tembakan yang memicu kepanikan.
Menurut laporan dari CNN dan CBS News, dua orang mengalami luka serius akibat insiden tersebut. Terduga pelaku kini berada dalam kondisi kritis, sementara satu individu lainnya, yang disebut-sebut sebagai saksi mata, juga dilarikan ke rumah sakit dengan luka parah. Keduanya kini tengah menjalani perawatan intensif.

Sumber internal CBS News mengungkapkan bahwa terduga pelaku diduga terlibat dalam adu kontak senjata sengit dengan agen Secret Service. Ia dilaporkan berupaya menembak para agen, namun usahanya berhasil digagalkan sebelum akhirnya dilumpuhkan. Diperkirakan antara 15 hingga 30 tembakan dilepaskan selama baku tembak yang menegangkan tersebut. Meskipun beberapa agen Secret Service sempat menjalani pemeriksaan medis di lokasi kejadian, tidak ada yang memerlukan perawatan lanjutan di rumah sakit.
Insiden dramatis ini berpusat di dekat persimpangan vital Pennsylvania Avenue dan 17th Street Northwest. Pejabat penegak hukum menjelaskan bahwa petugas dari divisi berseragam Secret Service segera merespons laporan awal mengenai seseorang yang melepaskan tembakan, memicu respons keamanan berskala besar.
Seorang wartawan CNN yang berada di lokasi melaporkan mendengar puluhan suara tembakan yang jelas, yang sontak memicu status penguncian (lockdown) di area tersebut dan pengerahan cepat dari Secret Service untuk mengamankan situasi.
Peristiwa mencekam ini terjadi pada Sabtu malam, 23 Mei 2026. Menariknya, pada siang harinya, Presiden AS Donald Trump diketahui berada di Gedung Putih untuk melakukan negosiasi penting terkait kesepakatan dengan Iran, menambah lapisan konteks pada insiden keamanan yang tak terduga ini.
