Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Gejolak Global Memanas Ancaman Iran Klaim Trump Mengejutkan
Trending Indonesia

Gejolak Global Memanas Ancaman Iran Klaim Trump Mengejutkan

GunawatiBy Gunawati16-04-2026 - 18.00Tidak ada komentar3 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Gejolak Global Memanas Ancaman Iran Klaim Trump Mengejutkan
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News melaporkan pada Kamis (16/4/2026), panggung geopolitik internasional kembali bergejolak dengan serangkaian pernyataan kontroversial dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan respons keras dari Iran. Selat Hormuz menjadi titik fokus utama, di mana klaim Trump tentang persetujuan China untuk pembukaan permanen jalur strategis itu dibalas ancaman penenggelaman kapal oleh Teheran, menambah daftar isu krusial yang menarik perhatian pembaca internationalmedia.co.id hari ini.

Presiden Trump, melalui platform media sosial Truth Social, menyatakan bahwa China "sangat senang" dengan upaya AS untuk membuka kembali Selat Hormuz secara permanen. Tak hanya itu, Trump juga mengklaim bahwa sebagai imbalan atas inisiatif Washington tersebut, Beijing telah sepakat untuk menghentikan pengiriman senjata ke Iran. Namun, pernyataan sepihak dari Trump ini belum mendapatkan konfirmasi resmi dari otoritas China, memicu berbagai pertanyaan mengenai kebenaran dan implikasi klaim tersebut.

Gejolak Global Memanas Ancaman Iran Klaim Trump Mengejutkan
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Di sisi lain, ketegangan di Selat Hormuz semakin memanas dengan peringatan keras dari Iran. Mohsen Rezaei, mantan panglima tertinggi Garda Revolusi Iran yang kini menjabat sebagai penasihat militer pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa kapal-kapal AS "akan ditenggelamkan oleh rudal-rudal" Iran jika Washington berani mencoba "mengatur" atau mengendalikan jalur pelayaran vital untuk pasokan energi global tersebut. Rezaei secara terbuka mempertanyakan niat Trump yang ingin bertindak sebagai "polisi" di Selat Hormuz, mempertanyakan apakah itu memang tugas militer sekuat AS. Pernyataan ini muncul setelah AS, atas perintah Trump, memberlakukan blokade militer di perairan sekitar Selat Hormuz, menyusul langkah Iran yang memblokir pelayaran di jalur vital tersebut selama enam pekan konflik bersenjata, yang sempat diselingi gencatan senjata rapuh selama dua minggu.

Selain isu Selat Hormuz, beberapa perkembangan internasional lainnya juga mencuri perhatian. Kremlin, melalui juru bicara Dmitry Peskov, mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah menolak tawaran Moskow untuk mengambil alih kepemilikan uranium yang diperkaya milik Iran. Peskov menjelaskan bahwa Presiden Vladimir Putin telah mengajukan proposal tersebut beberapa waktu lalu, menggambarkannya sebagai "solusi yang sangat baik" untuk konflik yang berkelanjutan, namun ditolak oleh pihak AS.

Sementara itu, Trump juga membuat klaim mengejutkan lainnya mengenai potensi dialog antara pemimpin Israel dan Lebanon pada Kamis (16/4) waktu setempat. Menurut Trump, pertemuan ini akan menjadi yang pertama dalam hampir 34 tahun terakhir. Namun, otoritas di Beirut dengan cepat menanggapi bahwa mereka "tidak mengetahui" adanya jadwal kontak langsung dengan Tel Aviv dalam waktu dekat, menimbulkan keraguan atas kebenaran klaim tersebut.

Di ranah domestik AS, mayoritas Senator Amerika Serikat dari Partai Republik menolak resolusi yang diajukan kubu Partai Demokrat untuk membatasi wewenang perang Presiden Donald Trump. Penolakan ini secara efektif menggagalkan upaya Partai Demokrat untuk menghentikan perang melawan Iran. Dalam voting yang digelar pada Rabu (15/4) waktu AS, 52 Senator menolak resolusi tersebut, sementara 47 Senator mendukungnya. Hasil voting ini menggarisbawahi dukungan kuat Partai Republik terhadap kebijakan perang Trump, yang telah memerintahkan operasi militer terhadap Iran selama lebih dari enam pekan sejak 28 Februari lalu, sebelum gencatan senjata dua minggu dimulai pada 7 April.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Remaja 14 Tahun Gemparkan Turki

16-04-2026 - 21.30

Penerbangan Eropa di Ambang Kekacauan

16-04-2026 - 21.15

Penembak Sekolah Turki Terinspirasi Sosok Kelam di WhatsApp

16-04-2026 - 21.00

Iran Bekuk Empat Agen Rahasia Israel

16-04-2026 - 18.45

Menhan AS Terancam Pemakzulan Serius

16-04-2026 - 18.30

Terobosan Mengejutkan Israel Lebanon

16-04-2026 - 18.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.