Kapal induk terbesar di dunia milik Amerika Serikat, USS Gerald R Ford, dilaporkan telah meninggalkan perairan Timur Tengah setelah mengalami insiden kebakaran pada awal bulan ini. Menurut laporan Internationalmedia.co.id – News, kapal raksasa bertenaga nuklir tersebut kini telah tiba di salah satu pelabuhan di Pulau Kreta, Yunani, untuk menjalani pemeliharaan dan perbaikan.
Penarikan USS Gerald R Ford dari medan operasi militer AS melawan Iran di Timur Tengah ini pertama kali diungkap oleh media terkemuka Bloomberg pada Selasa (24/3) waktu setempat, dan dikutip oleh Middle East Monitor pada Rabu (25/3/2026). Insiden kebakaran yang terjadi di area laundry kapal pada awal Maret menjadi pemicu langsung penarikan ini. Meskipun Washington telah menegaskan bahwa kebakaran tersebut tidak berkaitan dengan pertempuran melawan Iran dan berhasil dipadamkan, laporan menyebutkan lebih dari 600 personel militer harus mengungsi karena area tidur mereka terdampak.

Namun, insiden kebakaran itu hanyalah puncak gunung es dari serangkaian masalah yang lebih mendasar. Angkatan Laut AS sendiri pada Senin (23/3) mengonfirmasi kedatangan USS Gerald R Ford di Pangkalan Dukungan Angkatan Laut Souda, Kreta, Yunani, dengan alasan "pemeliharaan dan perbaikan setelah operasi di Laut Merah".
Laporan Bloomberg lebih lanjut menyoroti penilaian terbaru dari kantor pengujian Pentagon yang mengungkapkan kekhawatiran signifikan terhadap kapal induk ini. Kekhawatiran tersebut berkisar dari potensi serius hingga masalah biasa, dengan banyak isu muncul sejak dimulainya uji tempur pada Oktober 2022. Hampir satu dekade setelah pengiriman, masih belum ada cukup data untuk menilai "kelayakan operasional" atau "efektivitas operasional" kapal induk ini dalam kondisi pertempuran realistis. Sistem-sistem utama seperti teknologi peluncuran dan pendaratan jet tempur canggih, radar, kemampuan bertahan dari serangan musuh, serta lift untuk memindahkan senjata dan amunisi, semuanya masih di bawah pengawasan ketat terkait keandalannya.
Pengerahan USS Gerald R Ford yang diperpanjang juga menambah tekanan. Kapal induk terbesar di dunia ini telah menghabiskan sekitar sembilan bulan di lautan, jauh melampaui durasi pengerahan normal yang biasanya tujuh bulan. Jangkauan operasionalnya sangat luas, meliputi wilayah Karibia, termasuk misi terkait Venezuela, hingga ke kawasan Timur Tengah. Bersama USS Abraham Lincoln, kapal ini merupakan salah satu dari dua kapal induk AS yang dikerahkan ke Timur Tengah dalam konteks operasi AS melawan Iran.
Penarikan dan serangkaian masalah yang dihadapi USS Gerald R Ford ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai kesiapan operasional salah satu aset militer paling mahal dan canggih milik Amerika Serikat, terutama di tengah ketegangan geopolitik yang terus bergejolak.

