Internationalmedia.co.id – News – Tel Aviv kembali melontarkan klaim mengejutkan terkait operasi militernya terhadap Iran. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa Ali Larijani, sosok yang disebut-sebut sebagai tangan kanan Mojtaba Khamenei dan menjabat posisi krusial sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, tewas dalam serangan terbaru Israel. Klaim ini juga mencakup kematian Gholamreza Soleimani, komandan milisi internal Basij.
Menurut laporan Al Jazeera pada Selasa lalu, Menteri Katz dalam pernyataannya menggarisbawahi bahwa unit Basij merupakan milisi paramiliter keamanan internal yang integral dalam Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Kematian kedua tokoh ini, jika terkonfirmasi, akan menjadi pukulan telak bagi struktur keamanan dan politik Iran.

Hingga kini, Teheran belum memberikan tanggapan resmi secara langsung terkait klaim sensasional dari Israel ini. Namun, media pemerintah Iran justru mempublikasikan sebuah catatan tulisan tangan yang diklaim milik Larijani melalui akun media sosialnya. Catatan tersebut berisi kenangan bagi para pelaut Iran yang tewas akibat serangan Amerika Serikat, yang pemakamannya dijadwalkan pada Selasa (17/3). Publikasi ini menimbulkan spekulasi, namun belum ada kejelasan apakah ini dimaksudkan sebagai bukti bahwa Larijani masih hidup atau hanya kebetulan waktu.
Apabila klaim Menteri Pertahanan Israel ini terkonfirmasi, kematian Ali Larijani akan menandai salah satu pembunuhan tingkat tertinggi dalam konflik berkepanjangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, mengingat posisinya yang sangat strategis. Larijani sendiri telah menjadi figur politik yang menonjol dalam hierarki Iran selama bertahun-tahun. Rekam jejaknya mencakup peran sebagai pemimpin perundingan nuklir dengan negara-negara Barat dan pernah menjabat sebagai ketua parlemen Iran.
Penampilan publik terakhir Larijani tercatat pada Jumat (13/3) lalu, saat menghadiri aksi peringatan Hari Al-Quds untuk mendukung Palestina yang digelar di Teheran. Saat itu ia terlihat mendampingi Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Klaim dari Tel Aviv ini semakin memperpanas tensi di kawasan, menunggu respons resmi dari Teheran yang akan menentukan arah selanjutnya dari konflik yang sudah berlangsung lama ini.

