Internationalmedia.co.id – News – Pyongyang kembali menjadi sorotan dunia setelah terdeteksi meluncurkan setidaknya satu rudal balistik dari wilayahnya pada Sabtu (14/3) waktu setempat. Proyektil tersebut dilaporkan jatuh ke lautan, memicu kekhawatiran di kalangan negara-negara tetangga. Informasi peluncuran ini pertama kali diungkap oleh otoritas Korea Selatan dan Jepang.
Kementerian Pertahanan Korea Selatan, seperti dilansir oleh kantor berita Yonhap, mengidentifikasi peluncuran tersebut sebagai "proyektil tak teridentifikasi" yang mengarah ke Laut Jepang atau yang juga dikenal sebagai Laut Timur.

Tak lama berselang, Kementerian Pertahanan Jepang juga mengkonfirmasi insiden serupa. Tokyo secara lebih spesifik menyebut objek yang diluncurkan adalah sebuah rudal balistik. Melalui akun media sosial X, Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan, "Sebuah objek yang kemungkinan besar adalah rudal balistik telah diluncurkan dari Korea Utara." Pernyataan lanjutan beberapa menit kemudian menambahkan bahwa proyektil tersebut "diyakini telah jatuh" di perairan.
Peluncuran rudal ini terjadi di tengah memburuknya hubungan diplomatik antara Pyongyang dan Seoul. Sebelumnya, Korea Utara secara tegas menolak upaya perdamaian terbaru dari Korea Selatan, bahkan menyebutnya sebagai "lelucon yang canggung dan menipu," yang semakin memupuskan harapan akan pencairan ketegangan di Semenanjung Korea.
Di sisi lain, Amerika Serikat telah puluhan tahun memimpin upaya untuk membongkar program nuklir Korea Utara. Meskipun serangkaian pertemuan puncak, sanksi ekonomi, dan tekanan diplomatik telah diterapkan, dampaknya terhadap ambisi nuklir Pyongyang terbilang minim. Perdana Menteri Korea Selatan, Kim Min Seok, pernah mengungkapkan bahwa Presiden AS Donald Trump menilai pertemuan dengan pemimpin Korut Kim Jong Un akan "baik," namun realitasnya menunjukkan tantangan yang kompleks.
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, sendiri pernah menyatakan bahwa negaranya dan AS dapat menjalin hubungan "akrab" jika Washington bersedia menerima status nuklir Pyongyang, sebuah prasyarat yang hingga kini belum disetujui oleh Amerika Serikat.
(nvc/imk)

