Internationalmedia.co.id – News – Iran dilaporkan telah melancarkan serangan militer terhadap kelompok-kelompok separatis anti-Tehran yang beroperasi di wilayah otonom Kurdistan Irak baru-baru ini. Aksi ini dilakukan setelah Iran menuding kelompok-kelompok tersebut berafiliasi dengan Amerika Serikat, memicu ketegangan baru di kawasan.
Rekaman video yang disiarkan oleh stasiun televisi Iran, Press TV, melalui platform X, menunjukkan ledakan dahsyat yang menyinari langit malam di area tersebut. Meskipun Press TV tidak merinci lokasi pasti serangan, insiden ini segera menarik perhatian internasional.

Sumber-sumber lokal kemudian mengonfirmasi bahwa serangan tersebut menargetkan markas besar Asosiasi Buruh Kurdistan, atau Komala, sebuah faksi bersenjata Kurdi Iran yang berbasis di Provinsi Sulaimaniyah, Irak Utara.
Serangan ini terjadi di tengah laporan yang menyebutkan bahwa kelompok-kelompok bersenjata Kurdi Iran tersebut telah mengadakan konsultasi dengan perwakilan Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir. Diskusi tersebut diduga membahas potensi dan strategi untuk melancarkan serangan terhadap pasukan keamanan Iran di wilayah barat negara itu.
Menurut laporan kantor berita Reuters, sebuah koalisi kelompok Kurdi Iran yang bermarkas di perbatasan Iran-Irak telah secara aktif berlatih untuk melancarkan operasi semacam itu, dengan harapan dapat melemahkan kekuatan militer Tehran. Namun, kantor berita Tasnim Iran sebelumnya telah membantah klaim mengenai pejuang Kurdi bersenjata yang melintasi perbatasan dari Irak ke Iran.
Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan antara Iran dan kelompok-kelompok oposisi yang didukung asing, serta memperkuat retorika keras Tehran terhadap Washington. Sebelumnya, Iran juga kerap melontarkan pernyataan tegas, seperti "Gerbang Neraka Telah Dibuka Bagi Amerika dan Zionis," yang mencerminkan sikap konfrontatifnya di panggung regional dan global.

