London – Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa mantan Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat, Peter Mandelson, kini menjadi pusat perhatian investigasi serius oleh Kepolisian Inggris. Penyelidikan ini dipicu oleh terkuaknya kedekatan Mandelson dengan terpidana kejahatan seks Jeffrey Epstein, yang berujung pada penggeledahan dua properti milik Mandelson.
Langkah kepolisian ini terjadi di tengah badai kritik yang menerpa Perdana Menteri Keir Starmer. Starmer dikecam habis-habisan atas keputusannya menunjuk Mandelson sebagai Dubes Inggris untuk AS, meskipun sudah ada indikasi hubungan antara Mandelson dan Epstein.

Seperti dilansir AFP pada Sabtu (7/2/2026), Kepolisian Metropolitan London telah mengonfirmasi bahwa mereka tengah mendalami dugaan pelanggaran etika dan penyalahgunaan wewenang dalam jabatan publik yang melibatkan Mandelson, kini berusia 72 tahun.
Penyelidikan ini dipicu oleh serangkaian informasi baru yang mencengangkan, yang terkuak dari dokumen Epstein yang dirilis oleh otoritas AS pada 30 Januari lalu. Dokumen-dokumen tersebut mengindikasikan bahwa Mandelson pernah membagikan informasi rahasia pemerintah Inggris kepada Epstein saat ia menjabat menteri di tengah krisis keuangan global tahun 2008.
Wakil Asisten Komisioner Kepolisian Hayley Sewart pada Jumat (6/2) mengonfirmasi pengerahan personel dari tim Kejahatan Khusus Pusat Kepolisian Metropolitan London ke dua lokasi: satu di Wiltshire, Inggris barat, dan satu lagi di London, yang diyakini sebagai kediaman Mandelson. Sewart menjelaskan bahwa penggeledahan ini merupakan bagian dari investigasi yang sedang berjalan terkait "pelanggaran perilaku dalam jabatan publik" yang melibatkan "seorang pria berusia 72 tahun," tanpa secara eksplisit menyebut nama Mandelson. Ia juga menambahkan bahwa pria tersebut "belum ditangkap dan penyelidikan masih berlangsung."
Peter Mandelson sendiri dikenal sebagai figur sentral yang telah mewarnai panggung politik Inggris selama beberapa dekade. Ia baru saja mengundurkan diri dari House of Lords, majelis tinggi parlemen Inggris, di awal pekan ini, menyusul bocornya kumpulan terbaru dokumen Epstein ke hadapan publik.
Dokumen-dokumen tersebut secara gamblang memperlihatkan korespondensi email yang mengindikasikan persahabatan intim antara Mandelson dan Epstein. Lebih jauh, terungkap pula detail transaksi keuangan, foto-foto pribadi, serta bukti kuat bahwa Mandelson pernah menyerahkan informasi rahasia dan berpotensi sensitif terhadap pasar kepada Epstein, hampir dua dekade silam. Epstein sendiri diketahui meninggal dunia dalam tahanan pada tahun 2019, saat menanti persidangan kasusnya.
Perdana Menteri Starmer, yang sebelumnya menunjuk Mandelson sebagai Duta Besar Inggris untuk AS, pada Kamis (5/2) secara tegas menyatakan bahwa Mandelson berulang kali berbohong demi mendapatkan posisi tersebut. Starmer mengakui bahwa ia tidak menyadari "kedalaman dan kegelapan" hubungan persahabatan antara Mandelson dan Epstein. Mandelson sendiri telah dipecat dari jabatannya sebagai Dubes oleh Starmer pada September 2025, hanya tujuh bulan setelah penunjukannya, menyusul terungkapnya kumpulan pertama berkas Epstein ke publik. Starmer juga telah menyampaikan permohonan maaf tulus kepada para korban Epstein atas "penilaian buruknya" dalam penunjukan tersebut, namun ia mengindikasikan tidak akan mengundurkan diri dari jabatannya terkait skandal ini.

