Internationalmedia.co.id Pemerintah Inggris menunjukkan kekecewaan mendalam atas komentar kontroversial yang dilontarkan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pernyataan Trump, yang meragukan peran penting tentara NATO, khususnya Inggris, dalam pertempuran di Afghanistan, telah memicu kemarahan di kalangan pejabat dan masyarakat Inggris.
Dalam sebuah wawancara dengan Fox News yang ditayangkan Kamis (22/1), Trump mengklaim bahwa pasukan NATO, termasuk Inggris, tidak berada di garis depan pertempuran di Afghanistan. Ia bahkan meremehkan kontribusi mereka, dengan mengatakan bahwa mereka "agak di belakang, sedikit di luar garis depan." Pernyataan ini sangat menyakitkan bagi Inggris, yang telah kehilangan 457 tentaranya dalam konflik di Afghanistan sejak serangan teror 11 September 2001.

Komentar Trump ini dianggap sebagai penghinaan terhadap pengorbanan yang telah diberikan oleh tentara Inggris dan keluarga mereka. Menteri Kesehatan Inggris, Stephen Kinnock, menyatakan bahwa Perdana Menteri Keir Starmer akan membahas masalah ini langsung dengan Trump. Ia menekankan kebanggaannya terhadap angkatan bersenjata Inggris dan akan menyampaikan hal itu kepada Trump.
Emily Thornberry, ketua Komite Urusan Luar Negeri parlemen Inggris, bahkan menyebut komentar Trump sebagai "penghinaan mutlak." Ia mengecam Trump karena meremehkan pengorbanan 457 keluarga Inggris yang kehilangan orang yang mereka cintai di Afghanistan. Thornberry menegaskan bahwa tentara Inggris berada di garis depan pertempuran dan telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam misi tersebut.
Perlu diingat bahwa Inggris, bersama dengan sekutu NATO lainnya, bergabung dengan AS di Afghanistan setelah serangan 11 September 2001. Mereka mengaktifkan klausul keamanan kolektif NATO untuk membantu Amerika Serikat. Selain Inggris, pasukan dari negara-negara sekutu NATO lainnya seperti Kanada, Prancis, Jerman, Italia, dan Denmark juga tewas dalam pertempuran di Afghanistan. Pernyataan Trump ini tidak hanya meremehkan kontribusi Inggris, tetapi juga mengabaikan pengorbanan yang telah diberikan oleh seluruh sekutu NATO dalam konflik tersebut. internationalmedia.co.id mencatat bahwa kemarahan di Inggris atas komentar Trump ini masih belum mereda.
