Internationalmedia.co.id – Serangan udara yang diduga dilakukan oleh pasukan Israel kembali mengguncang Gaza, Palestina. Insiden tragis ini dilaporkan menewaskan dua remaja di dekat Rumah Sakit Kamal Adwan, Beit Lahia, Gaza utara, meskipun gencatan senjata masih berlaku.
Badan pertahanan sipil Gaza, yang bertindak sebagai layanan penyelamatan di bawah kendali Hamas, mengonfirmasi bahwa serangan pesawat tak berawak tersebut menjadi penyebab kematian kedua remaja malang tersebut. Pihak Rumah Sakit Al-Shifa juga membenarkan telah menerima jenazah kedua korban, yang diidentifikasi sebagai anak laki-laki berusia 13 dan 15 tahun.

Militer Israel memberikan pernyataan terkait insiden ini, mengklaim bahwa kedua remaja tersebut menimbulkan "ancaman langsung" bagi pasukan mereka. Menurut militer Israel, pasukan yang beroperasi di Jalur Gaza utara mengidentifikasi sejumlah individu yang melintasi Garis Kuning, menanam alat peledak, dan mendekati pasukan, sehingga dianggap sebagai ancaman.
"Setelah identifikasi, (angkatan udara Israel) menyerang," demikian pernyataan dari pihak militer Israel.
Perlu diketahui, gencatan senjata yang ditengahi oleh Amerika Serikat mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. Berdasarkan kesepakatan tersebut, pasukan Israel telah menarik diri ke posisi di belakang "Garis Kuning" di Gaza, meskipun mereka masih menguasai lebih dari separuh wilayah tersebut.
