Internationalmedia.co.id Vatikan mengonfirmasi bahwa Paus Leo XIV, pemimpin tertinggi umat Katolik, menerima undangan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk menjadi bagian dari Dewan Perdamaian yang tengah digagas. Kabar ini diungkapkan oleh Sekretaris Negara Vatikan, Pietro Parolin, di Roma, Italia, pada Rabu (21/1) waktu setempat.
Parolin menjelaskan bahwa Vatikan sedang mempelajari proposal Trump secara seksama. "Kami telah menerima undangan ini dan Paus telah menerimanya, dan kami sedang mempertimbangkan apa yang harus dilakukan," ujarnya, menekankan perlunya waktu untuk memberikan tanggapan yang tepat.

Dewan Perdamaian, yang pertama kali diusulkan Trump pada September tahun lalu dengan tujuan mengakhiri perang di Gaza, kini diperluas cakupannya untuk menyelesaikan konflik global. Trump sendiri akan menjabat sebagai ketua pertama dewan tersebut.
Menurut draf piagam pembentukan, Dewan Perdamaian akan fokus pada "mempromosikan stabilitas, memulihkan pemerintahan yang dapat diandalkan dan sah, dan mengamankan perdamaian abadi di area-area yang terdampak atau terancam oleh konflik". Keanggotaan negara dibatasi tiga tahun, kecuali mereka menyumbang US$ 1 miliar untuk pendanaan dewan dan mendapatkan keanggotaan permanen.
Gedung Putih mengklaim bahwa dari 50 undangan yang dikirim, sekitar 35 pemimpin dunia telah berkomitmen untuk bergabung, termasuk sekutu AS di Timur Tengah seperti Israel, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Yordania, Qatar, dan Mesir. Anggota NATO seperti Turki dan Hungaria juga dilaporkan setuju.
Selain itu, negara-negara seperti Indonesia, Maroko, Pakistan, Kosovo, Uzbekistan, Kazakhstan, Paraguay, Argentina, dan Vietnam juga telah menyatakan minatnya untuk bergabung. Armenia dan Azerbaijan, yang baru-baru ini mencapai kesepakatan damai dengan mediasi AS, juga dikabarkan setuju.
Kehadiran Belarusia, yang dipimpin oleh Presiden Alexander Lukashenko, menjadi sorotan karena catatan HAM yang buruk dan dukungannya terhadap perang Rusia di Ukraina. Sementara itu, Norwegia, Swedia, dan Prancis telah mengindikasikan penolakan mereka untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian ini.
