Internationalmedia.co.id – Ribuan tahanan anggota kelompok teroris Islamic State (ISIS) akan segera dipindahkan dari wilayah timur laut Suriah menuju Irak. Misi pemindahan ini menjadi agenda utama militer Amerika Serikat (AS) pasca tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara pemerintah Suriah dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang selama ini bertanggung jawab atas pengamanan para tahanan ISIS.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa operasi pemindahan tahanan ISIS dari Suriah ke Irak telah dimulai. Tahap awal melibatkan pemindahan setidaknya 150 militan ISIS dari wilayah Hasakah, Suriah. Rencananya, sekitar 7.000 militan ISIS lainnya akan dipindahkan ke fasilitas penahanan yang dikelola oleh pemerintah Irak.

"Kami terus berkoordinasi erat dengan mitra-mitra regional, termasuk pemerintah Irak, dan kami sangat menghargai peran mereka dalam memastikan kekalahan ISIS secara berkelanjutan," ujar Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper. Ia menambahkan bahwa memfasilitasi pemindahan tahanan ISIS secara tertib dan aman adalah langkah krusial untuk mencegah potensi pelarian yang dapat mengancam keamanan AS dan stabilitas regional.
Otoritas kehakiman Irak menyatakan siap untuk memulai proses hukum terhadap para tahanan ISIS yang dipindahkan dari Suriah. Dewan Yudisial Tertinggi Irak menegaskan bahwa proses hukum standar akan diterapkan terhadap para terdakwa yang diterima dan ditempatkan di lembaga pemasyarakatan yang sesuai.
Misi pemindahan ini dilakukan setelah terjadi bentrokan sengit antara pasukan pemerintah Suriah dan SDF, yang didukung oleh AS dan menjadi sekutu utama dalam perang melawan ISIS selama satu dekade terakhir. SDF sebelumnya bertanggung jawab atas fasilitas penahanan militan ISIS di Suriah.
Namun, setelah mengalami kekalahan militer dari pasukan pemerintah Suriah, muncul laporan dan video yang menunjukkan tahanan ISIS melarikan diri dari beberapa penjara. Pemerintah Suriah menuduh SDF telah meninggalkan fasilitas penahanan tersebut.
Insiden kaburnya tahanan ISIS terjadi setelah SDF setuju untuk menarik pasukannya dari Raqqa dan Deir al-Zor, dua provinsi di Suriah yang telah dikuasai SDF selama bertahun-tahun. Penarikan pasukan ini merupakan hasil dari pertempuran dengan pasukan pemerintah Suriah. Langkah ini menandai perubahan signifikan yang semakin memperkuat kekuasaan Presiden Ahmed al-Sharaa atas Suriah.
