Internationalmedia.co.id – News – Presiden Prancis Emmanuel Macron secara tegas menepis kemungkinan Amerika Serikat (AS) mencaplok wilayah Greenland. Ia meyakini AS tidak akan berani melanggar kedaulatan Denmark atas pulau strategis tersebut, sebuah isu yang kembali mencuat setelah ambisi mantan Presiden AS Donald Trump.
"Saya tidak dapat membayangkan skenario di mana Amerika Serikat akan berada dalam posisi untuk melanggar kedaulatan Denmark," kata Macron kepada France 2, seperti dikutip dari AFP, pada Rabu (7/1/2026). Pernyataan ini disampaikan Macron di sela-sela pertemuan puncak sekutu Ukraina, menegaskan kembali sikap Prancis. "Greenland adalah wilayah di bawah kedaulatan Denmark, dan akan tetap demikian," tegasnya.

Ambisi AS untuk menguasai Greenland bukanlah hal baru. Sebelumnya, Presiden Donald Trump, saat berpidato di hadapan Kongres AS, telah berulang kali menyatakan keinginannya untuk membawa Greenland di bawah kendali Amerika. "Bersama-sama, kita akan membawa Grinlandia pada pencapaian yang belum pernah Anda bayangkan sebelumnya," ujar Trump kala itu, menambahkan dengan nada menantang, "dengan satu atau cara lainnya, kita akan mendapatkannya."
Namun, niat tersebut langsung mendapat penolakan keras dari Perdana Menteri Greenland, Mute Egede. Melalui unggahan di Facebook, Egede memastikan bahwa tidak ada ruang untuk pencaplokan atau aneksasi. "Kami tidak untuk dijual dan tidak bisa begitu saja diambil," tulis Egede. "Kami tidak ingin menjadi orang Amerika… pihak Amerika dan pemimpinnya harus memahami itu."
Sikap tegas dari Denmark dan Greenland, yang kini didukung oleh Prancis, menunjukkan bahwa kedaulatan wilayah tersebut tidak dapat ditawar dan tidak akan mudah digoyahkan oleh tawaran atau ancaman dari pihak manapun.
