Internationalmedia.co.id – News – Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, baru-baru ini mengungkapkan dan merayakan keberhasilan operasi penangkapan mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Trump memuji operasi tersebut sebagai sebuah langkah taktis yang sangat cerdik dan brilian. Pujian ini disampaikannya dalam sebuah pertemuan Partai Republik di Washington pada hari itu waktu setempat.
Trump membeberkan bahwa sejumlah besar pasukan Amerika Serikat dikerahkan ke Venezuela untuk menjalankan operasi yang berlangsung pada Sabtu, 3 Januari 2026. "Kami mengerahkan banyak pasukan di lapangan, tetapi itu luar biasa. Dari sudut pandang taktik, ini adalah langkah brilian," ujar Trump, sebagaimana dikutip dari CNN International.

Lebih lanjut, Trump menjelaskan bahwa operasi penangkapan Maduro merupakan misi yang sangat kompleks. Ia menyebutkan, armada ratusan pesawat militer Amerika Serikat, dengan angka spesifik 152 unit, turut ambil bagian dalam operasi tersebut. "Itu sangat kompleks – 152 pesawat. Banyak sekali yang berbicara tentang pasukan darat. Kami memiliki banyak pasukan darat, tetapi itu luar biasa," tambahnya, dilansir oleh Al Jazeera.
Dalam pernyataannya, Trump juga membanggakan fakta bahwa tidak ada korban jiwa dari pihak pasukan Amerika selama operasi berlangsung. Namun, ia mengakui adanya korban tewas dari kubu Maduro. "Bayangkan, tidak ada yang terbunuh. Dan di sisi lain, banyak orang terbunuh – sayangnya, saya mengatakan itu," tutur Trump.
Salah satu taktik kunci yang diungkap Trump adalah pemutusan pasokan listrik di seluruh Venezuela, khususnya di ibu kota Caracas, sebelum operasi penangkapan dimulai. "Di Caracas, tidak ada listrik. Satu-satunya orang yang memiliki penerangan adalah orang-orang yang menggunakan lilin, yang semuanya mati," jelasnya. "Jadi kami sedikit mengejutkan mereka."
