Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa ketegangan di Timur Tengah mencapai puncaknya pagi ini setelah Iran melancarkan serangan rudal ke wilayah Israel. Ledakan keras dilaporkan terdengar di berbagai area, termasuk di kota Yerusalem, menyusul deteksi peluncuran rudal dari wilayah Iran.
Dilansir dari laporan kantor berita AFP, suara ledakan yang memekakkan telinga di Yerusalem terdengar hanya beberapa menit setelah Angkatan Bersenjata Israel mengonfirmasi telah mendeteksi sejumlah rudal yang diluncurkan dari Iran. Militer Israel segera mengaktifkan sistem pertahanan mereka dalam upaya untuk mencegat proyektil-proyektil tersebut sebelum mencapai target.

Konfirmasi mengenai serangan ini datang langsung dari pihak militer Israel, yang menyatakan bahwa "Iran menembakkan rudal ke Israel pada Selasa pagi," sesaat sebelum laporan ledakan keras mulai berdatangan dari berbagai lokasi.
Serangan rudal ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuat pernyataan kontroversial bahwa Washington telah mengadakan pembicaraan dengan seorang pejabat Iran yang identitasnya tidak diungkapkan. Namun, klaim Trump tersebut dengan cepat dibantah keras oleh Pemerintah Iran, menambah lapisan kompleksitas pada situasi geopolitik yang sudah tegang.
Meskipun intensitas serangan cukup tinggi, layanan darurat Israel, Magen David Adom, mengumumkan bahwa belum ada laporan langsung mengenai korban jiwa akibat insiden ini. Tim paramedis telah dikerahkan ke area-area yang dilaporkan mengalami dampak untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan bantuan jika diperlukan. Sekitar 20 menit setelah laporan awal peluncuran rudal, Komando Pertahanan Dalam Negeri militer Israel memberikan izin kepada warga untuk meninggalkan tempat perlindungan mereka, mengindikasikan bahwa ancaman langsung telah mereda.

