Jakarta – Internationalmedia.co.id – News melaporkan, teka-teki mengenai komposisi kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode mendatang mulai terkuak. Ketua Umum PBNU terpilih, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, secara eksklusif mengonfirmasi bahwa sejumlah nama dari kepengurusan sebelumnya akan kembali mengisi struktur baru.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Kikin usai pertemuannya dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al-Amoudi, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat lalu. Dalam kesempatan itu, Gus Kikin didampingi oleh Bendahara Umum, Gus Gudfan, yang turut mendengar konfirmasi awal ini.

Meski demikian, Gus Kikin mengakui bahwa daftar lengkap kepengurusan belum sepenuhnya rampung. Ia menjelaskan bahwa dirinya masih membutuhkan waktu untuk istirahat pasca-Muktamar NU yang baru saja diselenggarakan. "Memang belum sempat karena saya butuh istirahat kemarin setelah acara Muktamar itu. Nah, ini saya ada dua hari lebih itu harus tidur karena memang cukup padat acara-acaranya," ungkap Gus Kikin, seraya menambahkan bahwa ia bahkan masih dalam kondisi batuk-batuk.
Kendati proses penyusunan masih berjalan, Gus Kikin menegaskan komitmennya untuk tetap memegang teguh tradisi Nahdlatul Ulama. Penentuan posisi-posisi strategis, termasuk Sekretaris Jenderal PBNU, akan melalui proses istikharah atau memohon petunjuk kepada Tuhan Yang Maha Esa. "Tetapi yang penting intinya bahwa untuk posisi-posisi penting itu, saya tetap menjaga tradisi NU, kita istikharah," tegasnya.
Posisi Sekjen, khususnya, menjadi salah satu yang paling krusial dan memerlukan pertimbangan matang. "Sekjen menunggu istikharah. Itu kita harus banyak pertimbangan, lah, karena kita mau semuanya menjaga hubungan yang baik dengan siapa pun," pungkas Gus Kikin, mengisyaratkan pentingnya menjaga harmoni dan hubungan baik dalam setiap keputusan yang diambil.
