Internationalmedia.co.id – News, Davos – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuat pernyataan mengejutkan di Forum Ekonomi Dunia, Davos, Swiss. Ia mengklaim telah mencapai kesepakatan dengan NATO terkait Greenland dan wilayah Arktik. Kesepakatan ini, menurut Trump, bersifat jangka panjang dan "mendapatkan semua yang kami inginkan".
Trump tidak memberikan rincian spesifik mengenai isi kesepakatan tersebut. Ia juga enggan menjawab secara langsung apakah kesepakatan itu mencakup kendali Amerika Serikat atas pulau Arktik tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa kesepakatan ini akan menempatkan semua pihak pada posisi yang sangat baik, terutama terkait keamanan dan mineral.

"Kami telah membentuk kerangka kesepakatan masa depan terkait Greenland dan, pada kenyataannya, seluruh Wilayah Arktik," ujar Trump melalui platform Truth Social.
Lebih lanjut, Trump mengumumkan pembatalan rencana penerapan tarif hingga 25% terhadap Denmark dan sekutu Eropa yang mengirim pasukan ke Greenland. Langkah ini sebelumnya dijanjikan akan diberlakukan mulai 1 Februari.
Juru bicara NATO, Allison Hart, menyatakan bahwa sekutu akan membahas kerangka kerja yang menanggapi klaim Trump bahwa pulau itu tidak terlindungi dari Rusia atau China. Ia menambahkan bahwa negosiasi antara Denmark, Greenland, dan Amerika Serikat akan terus berlanjut untuk memastikan bahwa Rusia dan China tidak mendapatkan pijakan ekonomi atau militer di Greenland.
Kesepakatan ini menimbulkan berbagai pertanyaan. Apa sebenarnya isi kesepakatan rahasia antara Trump dan NATO terkait Greenland? Apakah Amerika Serikat akan mendapatkan kedaulatan atas pulau tersebut? Dan bagaimana dampaknya terhadap dinamika geopolitik di wilayah Arktik? Semua pertanyaan ini masih belum terjawab dan menjadi perhatian dunia.
